Saya tertarik menulis soal ini karena saya melihat banyak Action Member yang masih bingung dan tidak puas dengan kondisi bisnisnya saat ini.
Contoh: Si A sudah gabung TDA sejak awal. Bisnisnya sudah berjalan. Dia cuma ingin meningkatkan omzet penjualannya. Kemudian dia ikut berbagai aktivitas di TDA, seperti seminar, workshop dan sebagainya. Kegiatan yang menurut saya penting adalah Business Re-education yang bekerja sama dengan Action International dengan kegiatan Leverage Game, Seminar 5 Ways, Seminar 6 Steps, Massive Action Day dan Group Coaching. Bagi yang bisnisnya sudah jalan, proses pembelajaran itu sudah cukup menurut saya.
Tapi, kok masih aja ada yang merasa kurang ya? Apakah semua ilmu itu sudah dipraktekkan? Saya yakin belum. Menurut saya, sebaiknya ilmu-ilmu itu dipraktekkan dulu. Ingat kan kata Mbak Ahira: BP5 (Belajar, Praktek, Praktek, Praktek, Praktek, Praktek).
Ingat kan, kita punya kurikulum DSA (Dream, Strategy, Action). Semua kegiatan kita mengacu kepada kurikulum ini. Setiap ada masalah dialami para member biasanya 3 hal ini lah yang jadi penyebabnya.
Jadi, pesan saya bagi Action Member yang sudah ikut semua kegiatan itu, sekarang adalah waktunya untuk praktek, praktek dan praktek. Bagi yang sudah ikut semua kegiatan di atas, stop dulu mencari ilmunya. Nanti over load. Sekarang adalah waktunya praktek, nanti kalau ketemu masalah baru cari ilmu lagi dengan level yang lebih tinggi.
Saya yakin sepenuhnya, yang diberikan di TDA ini sudah cukup. It's all finished. Selama ini banyak member yang minta saya jadi mentornya. Saya nggak mau. Mendingan saya bawa aja mentor saya langsung ke TDA. Saya sudah berikan hampir semua resources yang saya punya. Tinggal bagaimana teman-teman memanfaatkannya. Nah, sekarang kita tinggal sekarang adalah menunggu buah dari semua itu. Ingat, wisuda bulan Januari adalah momentumnya.
Bagaimana dengan tawaran seminar ini itu, pameran, workshop lainnya? Menurut saya ibarat makanan, itu adalah lauknya. Nasinya sendiri kita sudah punya. Mau ikut atau tidak, tidak masalah. Mungkin itu untuk mencari ide atau AHA saja.
Bagaimana dengan Action Member yang ingin naik level bisnisnya? Nah, untuk yang bisnisnya sudah bertumbuh, bolehlah ikut Personal Coaching dengan Action International. Patokannya apa? Kira-kira yang profitnya sudah di atas Rp. 500 juta per tahunlah. Untuk yang masih di bawah itu, boleh ikut Group Coaching dulu. Sesuaikan pendapatan dengan pengeluaran atau investasi yang dikeluarkan.
It's so simple kan? So, now let's do our home work now. Ilmu dan toolsnya udah ada. Tinggal pakai aja. Jangan bingung ya.
Saya ada ide nih, gimana kalau kita hidupkan lagi forum santai setiap Jumat sore di Sarinah itu. Di sana kita bisa sharing mengenai perkembangan dan masalah bisnis kita. Saya sendiri sudah melakukannya dengan Pak Iim. Kami saling kasih advise terhadap masalah bisnis masing-maasing. Insya Allah saya siap hadir. Yang hadir nggak usah banyak-banyak, 5-7 orang aja. Biar terfokus. Kalau bisa yang hadir adalah yang sudah full TDA.
See you at the top!
Salam FUUUNtastic TDA!
Wassalam, Roni