Satu lagi aturan yang berlaku di TDA adalah: memberi dulu, baru menerima. Givers are takers, kata Robert Allen .
Ini adalah hukum alam. Sunnatullah.
Pemberi akan menerima.
Jangan dibalik. Saya akan memberi kalau sudah menerima.
Percayalah, sampai kapan pun anda tidak akan pernah menerima.
Sebagai contoh, bisa dilihat member-member yang terbilang aktif dan sukses di TDA ini.
Apa kesamaan di antara mereka? Mereka suka memberi. Apa pun. Waktu, tenaga, pikiran dan uang sekali pun.
Bahkan ada member yang rela nombok dari kantong pribadinya ketika diserahi tanggung jawab mengadakan salah satu kegiatan.
Dulu saya sering katakan bahwa rejeki di TDA ini tidak datang langsung ke hadapan anda.
Rejeki di TDA bisa datang dari samping atau dari belakang anda. Atau bahkan dari arah yang tak disangka-sangka.
Hal itu sudah banyak terbukti di TDA. Saya mengalaminya. Pak Iim mengalaminya, Pak Agus juga, Bu Yulia juga, Bu Roess , Pak Eko , Pak Herta nto, dan lain-lain.
Apa yang bisa saya berikan untuk TDA? Saya kira pertanyaan seperti inilah yang paling tepat diajukan oleh seorang member.
Mind set seperti itulah yang harus ditanamkan, seperti yang sudah dilakukan oleh para pendiri TDA.
TDA bertahan sampai sekarang dan terus berkembang karena mind set sebagian besar membernya seperti ini.
Inilah kekuatan TDA. Inilah yang terus menjadi benteng TDA.
Insya Allah.
Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat Wassalam, Roni, Owner, Manet Busana Muslim Managing Partner, Quantum Business and Investing Founder, Komunitas Bisnis Tangan Di Atas