Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

19 Oktober 2007

Ayo, Bergabunglah dengan 20.000 Orang Kaya di Indonesia (11 Digit HNWI)

Headline Koran Tempo kemarin memancing saya untuk membelinya saat berhenti di lampu merah Rawamangun kemarin. "Jumlah Orang Kaya Indonesia Melonjak", demikian bunyinya.

Data ini diambil dari hasil survei Merril Lynch dan Capgemini bertajuk Asia - Pacific Wealth 2007 yang dirilis di Hong Kong Selasa kemarin menyebutkan jumlah orang makmur ( high net worth individual /HNWI) Indonesia pada 2006 mencapai 20.000 orang, atau naik 16,2 persen di banding 2005 atau menempati urutan ketiga di dalam daftar setelah Singapura (21,2%) dan India (20,5%).

Urutan lengkapnya adalah seperti ini: Singapura dengan 67.000 miliarder (pertumbuhan 21,2%) India, 100.000 (20,5%) Indonesia 20.000 (16,2%) Rusia 119.000 (15,5%) Uni Emirat Arab 68.000 (15,4%) Korea Selatan 99.000 (14,1%) Hong Kong 87.000 (12,2%) Australia 161.000 (10,3%) Cina 345.000 (7,8%) Jepang (1.477.000 (5,1%) Kalau data ini valid, jumlah ini menurut saya masih sedikit sekali dibandingkan dengan total penduduk Indonesia yang sudah mencapai 240 juta lebih saat ini. Tidak sampai 1%.

Merril Lynch dan Capgemini mendefinisikan HNWI sebagai seorang dengan kekayaan bersih lebih dari US$ 1 juta (sekitar Rp. 9,2 miliar) dalam bentuk aset uang tunai, ekuitas dan surat berharga.

Menurut kedua lembaga itu, kenaikan jumlah orang makmur dan nilai asetnya memberikan kontribusi besar terhadap produk domestik bruto dan kapitalisasi pasar saham di negara masing-masing.

Ke mana saja orang-orang kaya itu menyebar investasi mereka? Merril Lynch dan Capgemini menyebutkan orang-orang kaya Asia - Pasifik lebih senang berinvestasi pada properti, surat berharga, atau efek beragunan aset properti (real estate investment trust /REIT's). "Mereka lebih senang berinvestasi pada aset nyata ( tangible asset )", demikian bunyi laporan tersebut.

Data ini juga mengundang kritik dari beberapa pengamat teramasuk Imam Sugema dari International Center fo Applied Finance and Economics. Menurutnya angka dari Merril Lynch itu terlalu konservatif. Ia menduga jumlah penduduk kaya di Indonesia sekitar 2 juta orang atau 1 persen dari total penduduk.

Teman saya yang konsultan dari World Bank punya pendekatan lain. Ia menggunakan pendekatan 'uang menganggur yang disimpan di bank'. Dengan pendekatan itu, orang Indonesia yang punya dana menganggur minimal 500 juta di bank jumlahnya tak lebih dari 250.000 orang.

Saya sih tidak terlalu peduli dengan semua data itu. Yang menarik buat saya adalah bagaimana caranya bisa bergabung dengan 'klub elit' itu? Itu pertanyaan yang sangat menatang.

Peluangnya masih terbuka sangat lebar menurut saya. Angka 20.000 itu sangat kecil sekali dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Masih sangat kecil dibandingkan dengan seluruh potensi sumber daya negara kita yang berlimpah ruah ini. Singapura saja yang jumlah penduduknya tidak seberapa bisa mencetak 67.000 miliarder ( 11 Digit HNWI).

Di TDA sendiri telah dicanangkan program menuju 11 Digit HNWI ini dengan dibentuknya TDA 11 Digit Club beberapa bulan lalu. Klub ini dibuat sebagai sarana mempercepat pencapaian tujuan itu maksimal 5 tahun. Anggotanya sudah ada sekitar 20 orang dan telah mengadakan pertemuan rutin bulanan sebanyak 3 kali.

Dalam pertemuan terakhir, salah satu anggotanya bercerita bahwa ia nyaris telah mencapai 11 Digit net worth itu. Saya kira masih banyak member TDA yang berpotensi atau telah dalam perjalanan menuju ke sana.

Makanya, dibuatnya klub ini sebagai gerbong untuk mencapai tujuan itu. Ketimbang sendiri-sendiri, kan lebih baik bersama-sama. Kita kaya bareng-bareng.

Insya Allah, beberapa tahun lagi para member TDA akan masuk dalam klub elit hasil survei Merril Lynch itu. Amiin....

Salam FUUUNtastic!

Bersama TDA Menuju 11 Digit HNWI Wassalam, Roni, Owner Manet Busana Muslim Baca juga tulisan terkait: Klub 11 Digit Dari Pertemuan Pertama TDA 11 Digit Club Saya Menemukan Sebuah Komunitas Luar Biasa Ada Apa Antara TDA dan Entrepreneur University?

NB - Selamat dan sukses kepada teman-teman TDA wilayah Jawa yang akan mengadakan halal bi bihal besok tanggal 20 Oktober dengan TDA Semarang sebagai tuan rumahnya. Acara ini merupakan kerja sama TDA Semarang dengan Senity (Semarang Entrepreneur Community). Mudah-mudahan acara ini membawa manfaat bagi semua yang hadir nanti. Mohon maaf saya tidak bisa hadir pada kesempatan kali ini. Ditunggu ya, laporan dan foto-fotonya...

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)