"Im, lu gue kasih target bikin 1.000 mastermind TDA sampai akhir kepengurusan", demikian bunyi SMS saya kemarin kepada Pak Presiden TDA yang juga adalah teman akrab saya sejak kecil.
Melalui chatting di Facebook, Pak Iim melakukan penawaran. "500 deh Ron", pintanya.
"Oke. Deal", jawab saya sambil tersenyum. Padahal target saya sebenarnya adalah 500. Tapi kalau saya bilang segitu, nanti Pak Iim nawar lebih kecil lagi. Makanya saya minta 1.000. Hehe...Sorry bro...
Lima ratus mastermind itu kira-kira melibatkan 2.500 member, kalau satu kelompok beranggotakan rata-rata 5 orang.
Mastermind adalah program andalan TDA. Seminar, workshop dan sebagainya itu sudah biasa dan efektivitasnya lebih kecil dibandingkan mastermind.
"Waktu belum ikut mastermind, cabang salon saya baru 2. Setelah ikut mastermind, sekarang sudah 10 cabang", demikian testimoni Bu Yulia Astuti .
Testimoni ini mewakili ratusan member TDA lain yang telah merasakan manisnya kebersamaan dan saling sinergi di kelompok mastermind.
Masihkah anda meragukannya?
Anda masih mencari bukti atau memilih untuk menjadi bukti itu sendiri?
Ke depan "brand" TDA akan selalu dikaitkan dengan mastermind. TDA adalah mastermind dan mastermind adalah TDA. TDA akan dikenal luas karena kuat di mastermind. Bukan karena kemampuannya membuat seminar yang dihadiri ribuan orang atau kegiatan-kegiatan heboh lainnya. TDA mainnya underground, down to earth, di lapangan. TDA mainnya di unit-unit yang kecil, mastermind.
Saya meyakini hal ini setelah membaca Global Paradoxnya John Naisbitt ketika kuliah dulu. Makin kuat suatu negara, ditentukan oleh kuatnya unsur-unsur terkecil dari negara itu. Aa Gym juga mengatakan hal yang sama, dari sisi keluarga. Mochtar Riyadi juga berpendapat serupa di buku Nanotechnology Management.
Pertanyaan yang sulit dijawab sekaligus menantang adalah: bagaimana caranya supaya 6.000 member TDA sekarang ini bisa sukses? Apakah dengan seminar? Pelatihan? Saya kok kurang yakin dengan efektivitasnya.
Tapi dengan yakin dengan mastermind.
Saya sering mendapat pertanyaan dari member TDA. Pertanyaannya macam-macam dan berat dijawab. Tapi saya dengan ringan bisa menjawab, "Anda sudah ikut mastermind belum? Kalau belum, segera bergabunglah. Insya Allah masalah-masalah itu akan terjawab di mastermind". Hehe... Tapi itu betul. Saya tidak mengada-ada.
So, mari kita semua bergandengan tangan untuk mewujudkan cita-cita dan visi TDA itu. Menciptakan pengusaha sukses dan tangguh yang bermanfaat bagi peradaban. Salah satu kuncinya adalah melalui mastermind.
Mari, kita bantu Pak Iim dan TDA Management mewujudkan 500 kelompok mastermind di TDA. Mastermind adalah KPInya kepemimpinan Pak Iim. Mastermind adalah untuk kesuksesan kita semua.
Insya Allah. Semoga Allah meridhoi ikhtiar kita ini.
Salam FUUUNtastic TDA!
Bersama TDA Menebar Rahmat Wassalam, Roni, Owner Manet Busana Muslim , Founder Komunitas TDA