Luar Biasa, itulah kata yang ada dalam pikiran saya ketika bergabung dengan komunitas Tangan Di Atas ini, saya joint per 26 juli 2006 / 09.23 Wib dan sekarang saya dapat membayar registrasi kuliah saya dengan penghasilan sendiri.
Karena masuk asal nyelonong saja, saya sempat bingung apa maksud TDA yang banyak member sebutkan dalam posting, sampai pak Roni menjelaskan arti TDA, hehehe .... saya juga sempat protes dengan posting yang berulang-ulang seperti chating tanpa melalui japri, untuk yang satu ini pak Eko menjelaskan bahwa TDA bukan seperti millist pada umumnya, dimana silahturahmi dan kebersamaan selalu di jaga dan dibina ... ehm benar-benar komunitas cyber yang menentramkan jiwa
Awalnya saya mempunyai impian, bila lulus dari UGM kelak ingin bekerja di Jakarta, berkantor di salah satu gedung tinggi di Jakarta, menghabiskan weekend dengan berkumpul bersama teman di coffeshop, semua bayangan tersebut lenyap seketika ketika saya masuk dalam millist ini ... dimana saya melihat penghuni-penghuni kota metropolitan ini saling berkomunikasi dalam millist ini untuk satu tujuan yakni mempunyai USAHA SENDIRI ! Entah itu Cak Bukhin sampai Mbak Moniq yang saya pikir mereka berada dalam zona nyaman kehidupan metropolitan ............ .
Saya jadi berpikir ulang tentang impian saya tersebut, Ok, mungkin saya akan bekerja dengan pakaian berdasi, ruang nyaman dan gedung kantor yang megah..namun semua itu tidak akan berguna bila kita harus bangun shubuh dan pulang kantor malam hari untuk menghindari macet di senja kota djakarta. Saya harus mengajukan cuti dengan segala birokrasinya bila ingin menjenguk orang tua di Jawa Timur, BLAAARRR ..... bagai sebuah BOM TERORIS !!!! Impian awal kuliah tersebut menjadi hilang dan tergantikan dengan Mau Jadi Sarjana Cari Kerja yang akhirnya menjadi pegawai atau menjadi pencari uang ? dan saat ini saya tanamkan dalam diri saya untuk menjadi golongan pencari uang dan mandiri,hehehe
Seminggu mengikuti TDA saya mulai melihat kota Yogyakarta bukan sebagai kota tempat saya belajar, namun apa yang bisa saya dapatkan dan kembangkan dari kota ini, sebelum tidur saya corat-coret di kertas ide-ide bisnis yang akan saya jalankan dengan modal NOL RUPIAH, karena saya selalu termotivasi oleh members TDA yang selalu berkata ACTION .... ACTION ... ACTION !!!!
Minggu kedua sudah mulai terfokus bisnis plan-nya, yakni event management & free newslatter, langkah kedua adalah ACTION ....dan ternyata untuk memulainya bukan hal yang mudah....... .ada rasa tidak percaya diri karena mungkin kalo dulu saya bekerja di sebuah EO dengan membawa nama company yang sudah terkenal .. namun sekarang saya memberikan penawaran event promo dengan nama company yang benar-benar baru dan blom terjamin kredibilitasnya .... ehmmm...sampai disini konsep kreatif tersebut menjadi hanya sebuah angan saja .....
Sampai akhirnya saya silahturahmi ke kontrakan bibi, rumahnya di umbulharjo roboh sebagian karena gempa yogya, sehingga untuk sementara dia kontrak rumah di yogya utara sedangkan paman bekerja di PTPN Sumatera, karena bibi dulu rajin ikut dharma wanita di kantor suaminya,dia mempunyai keahlian memasak ... aneka hidangan untuk event ...
CLING !!!! Seperti menemukan ide bisnis baru, saya langsung cari kertas dan bertanya kepada bibi, kira-kira kalo bibi diberi uang 5000 untuk membuat nasi kotak, bibi bisa menghasilkan menu apa saja ? Ayam panggang bumbu rujak, ayam goreng bumbu bistik, nasi goreng telor mata sapi, pecel madiun komplit, dll .... menu-menu tersebut saya ketik rapi, trus saya buat design untuk flyer dan terakhir surat pengantar penawaran harga nasi kotak. Semua saya kerjakan dalam sehari karena memang dulu sudah terbiasa menjadi team kreatif di EO jadi bukan hal sulit untuk membuat konsep promosinya.. .hehehe.. .
Empat lembar kertas penawaran plus daftar menunya keesokan harinya saya sebar ke ruang-ruang BEM Fakultas atau bertemu langsung dengan seksi konsumsi bila mereka ada di ruang tersebut, saya bagi tugas dengan sepupu, dia bergerak di kampus-kampus utara dan saya bergerak di kampus-kampus selatan...
Alhamdulilah, pagi di sebar sore harinya sampai besoknya sudah banyak pesanan via telpon, pesanan untuk nasi bungkus terjual dengan harga 3500 dan untuk pesanan nasi kotak terjual dengan harga 5.000 dan per tanggal 31 Agustus 2006 kemaren kami telah berhasil menjual 5.000 buah nasi kotak plus 560 nasi bungkus .... sungguh suatu hasil yang sangat melebihi target awal kami, dapat terjual 1000 kotak saja sudah bersyukur ... ehmmm..ternyata Tuhan memberikan rejeki tante saya dengan jalan ini .... tanpa harus frustasi atau berangan-angan uang pemerintah turun...
Rasa masakan sudah dilidah mahasiswa, pelayanan memuaskan sudah di dapat akhirnya kami harus siap kembali menerima pesanan untuk acara buka bersama satu angkatan atau malam keakraban, beberapa order mulai masuk kembali ....
Terima Kasih saya sampaikan buat semua members komunitas TDA yang sudah memberikan wacana baru bagi saya, untuk berani melangkah dari yang terkecil dan segara ACTION ! Dua Mentor Terbaik saya yang saya dapatkan dari millist TDA ini, yakni Bp. Jaya Setiabudi di Batam & Bp. Imansyah di Jogyakarta plus blog Bp. Yusef J Hilmi yang membuka wawasan bisnis saya dengan list buku-bukunya ...
Rasanya senang sekali bisa membantu bibi dengan kekuatan ide dan kreativitas, bagaimana mengemas sebuah kotak nasi menjadi istimewa dan profitable, saya mendapatkan pengalaman berharga dari bisnis mendadak ini, yang jelas dengan keberhasilan langkah kecil ini semakin menyulut saya untuk mewujudkan impian besar saya, yakni memiliki Event Management & Promosi di kota Jogya, amien
Sekali lagi Terima Kasih TDA, you're nice home hadityo / 25 tahun / mahasiswa clinical medicine ugm /