Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

23 November 2006

Banyaknya Pilihan di TDA, Bagaimana Menyikapinya?

Seorang Action Member TDA yang kritis mengirim email kepada saya. Rupanya teman ini cukup jeli memperhatikan saya. Dia bertanya, kenapa saya tidak ikut mengambil peluang-peluang yang ada di TDA ini seperti TDA IT, TDA Seluler, TDA Food, TDA Sepatu dan sebagainya. Padahal itu semua adalah peluang. Bukankah seorang pebisnis itu harus bisa menangkap semua peluang itu.

Benar juga, batin saya. Tapi saya harus mengambil sikap dan memilih. Saya tidak mungkin mengambil semuanya. Saya tahu batas kemampuan saya untuk mengurusi semuanya. Saya memilih apa yang saya enjoy melakukannnya dan memang selaras dengan fokus bisnis yang saya jalani saat ini, perusahaan garment dengan cara pemasaran melalui jalur online. Makanya saya memilih untuk menekuni internet marketing, karena dari tahun 2003 sudah saya lakukan secara 'tidak sengaja' dan belajar otodidak.

Lantas, bagaimana dengan bisnis yang lainnya? Apakah saya tidak tertarik? Secara jujur saya jawab: tertarik. Masalahnya ya itu tadi saya harus fokus dulu. First thing first. Insya Allah, nanti saya akan ke sana juga. Tapi saya harus 'matangkan' yang saya tekuni saat ini dulu. Saya belum berani 'menyeberang' terlalu jauh dari bidang yang saya tekuni sekarang ini. Pak Iim juga menyatakan hal yang sama waktu Halal Bi Halal kemarin. Dia akan tetap di IT, karena itu adalah passionnya. Mengenai keikutsertaannya di TDA Garment adalah untuk bisnis istrinya. Jadi, istrinya yang mengurusinya.

Dengan banyaknya pilihan ditawarkan di TDA ini, saya yakin banyak teman yang tertarik. Tidak salah untuk ikut semuanya, sekedar 'mencicipi' sedikit rasanya. Kalau cocok, ya lanjut. Kalau tidak, cari yang lain yang lebih cocok. Seperti Pak Hadi Kuntoro. Di awal bergabung dengan TDA, Pak Hadi selalu ikut di semua kegiatan TDA, termasuk TDA IT. Tapi, akhirnya Pak Hadi memilih untuk terjun di bisnis garment dan kita sudah sama-sama lihat bagaimana perkembangan bisnisnya yang cukup fantastis itu.

Bu Mutia dari Action International pernah menanggapi fenomena orang berbisnis sekaligus banyak dan berbarengan ini. Saya pernah posting, ada teman saya yang setahun mendirikan 23 perusahaan. Menurut Bu Mutia, itu ibarat mengasuh banyak anak kembar sekaligus. Bisakah? Saya yakin, bisa!Tidak banyak orang yang bisa seperti itu. Brad Sugars dari Action International telah membuktikannya. Dia punya puluhan perusahaan dengan bidang usaha berbeda-beda. Tapi, ingat dia sudah master dalam prakteknya. Kita harus banyak belajar dari para master ini.

Salah satu buku yang membahas hal ini adalah One Minute Millionaire dari Robert Allen dan Mark Victor Hansen. Di buku itu diceritakan bagaimana seorang business woman mendirikan beberapa perusahaan sekaligus yang bergerak di bidang yang berbeda: bisnis manufaktur, online marketing, investasi dan real estate. Saya sangat terkesan dengan ide di buku ini. Tapi saat ini praktek saya masih jauh. Saya belum sampai ke situ. Tapi buku ini tetap menjadi rujukan saya, karena masuk akal menurut saya.

So, tinggal pilih. Mau yang fokus dulu atau jalankan semuanya berbarengan. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Kita harus ukur dulu kemampuan diri kita. Apakah kita cenderung tipe orang yang fokus atau bisa melakukan beberapa hal sekaligus alias tipe multi tasking. Tipe multi tasking ini banyak juga di TDA, seperti Pak Iim dan Pak Agus Ali. Mereka berlatar belakang manajer proyek. Jadi kerja secara multi tasking ini adalah makanan sehari-harinya. Kalau saya bukan tipe itu. Saya orangnya fokus. Satu satu dulu. Kalau yang satu sudah selesai, baru melakukan yang lain.

Di buku One Minute Millionaire ini juga dibahas bagaimana orang dengan tipe single tasking seperti saya ini bisa melakukannya, yaitu dengan memiliki sistem dan tim yang kuat. Itu yang saat ini harus saya miliki. Ada yang berminat bergabung di tim saya? Dengan adanya tim yang kuat kita bisa melakukan banyak hal. Ingat, saya pernah tulis mengenai uang yang berserakan di mana-mana. Yang jelas, itu sulit kalau dikumpulkan oleh saya seorang diri. Harus ada timnya. Lantas kita bagi-bagi hasilnya.

Salam FUUUNtastic!

Take Double Action NOW!

Wassalam, Roni www.RoniYuzirman.com

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)