Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

25 November 2006

Bertemu Member TDA Di Jak Jazz Semalam

Bertemu Member TDA Di Jak Jazz Semalam

Lewis Paragasam Kazumi Watanabe Balawan Tadinya saya sudah hopeless. Nggak ada teman TDA yang kontak saya. Ya sudah, saya nonton sendirian aja. Jam 19 saya sampai dan keliling melihat-lihat situasi. Bingung juga, soalnya ada 9 panggung yang harus dipilih.

Akhirnya saya memilih menonton group Quicky dari Indonesia yang manggung di Busway Stage yang panggungnnya di buat di dalam sebuah bis. Saya pun asyik nonton duduk di depan sambil sesekali mengambil foto. Gitarisnya masih muda tapi mainnya keren banget, mengigatkan saya kepada George Benson atau Mus Mudjiono. Eh, nggak taunya di sebelah saya ada sosok yang begitu saya kenal. Coba tebak, siapa? Orangnya kalem, pakai kaca mata, dan murah hati alias TDA. Sosok inilah yang pernah membantu Bu Roess waktu mau buka Bakmi Patriot17 dengan memberikan kokinya langsung. Ya, dia adalah Pak Khadik.

Pak Khadik udah lama nggak muncul di milis karena komputernya lagi bermasalah dan sudah diserahkan perbaikannya kepada dokternya, yaitu Pak Iim. Pak Khadik, pemilik Bakmi Temasek di ITC Fatmawati ini juga bekerja di perusahaan IT multi nasional. Dalam setahun kerjanya lebih banyak keliling di luar Indonesia, termasuk ke Cina dan Singapura. Nah, di Singapura Pak Khadik biasa nonton konser jazz di taman nasional setiap minggu.

Asyik juga setelah ketemu Pak Khadik saya jadi ada teman. Kami pun berunding mau memilih panggung yang ingin ditonton selanjutnya. Kami pun sepakat menonton Special Show Trisum (Balawan, Budjana, Tohpati) dan Selena Jones. Selain itu mata kami terpaku menonton permainan super hebat dari Asian Super Guitar Project, trio pemain gitar yang terdiri dari Kazumi Watanebe (Jepang), Jack Lee (Korea), Eugene Pao (Singapura) dan dibantu oleh drummer Lewis Paragasam (Malaysia).

Ada yang menarik dari Lewis Paragasam ini. Selain pemain drum handal, dia juga adalah seorang akademisi musik. Dia membuat buku ensiklopedi alat musik pukul dari seluruh dunia. Hebatnya, dia memulainya dari Indonesia. Satu lagi yang hebat, Lewis ini adalah seorang TDA juga. Dia pernah membuat kegiatan amal mengumpulkan bantuan untuk korban Tsunami di Aceh. Jumlah yang terkumpul cukup fantastis, 1 juta dollar. Tak pelak, Idang Rasyidi, salah seorang pianis handal Indonesia membuat sebuah lagu yang didedikasikan untuknya dengan judul "Mr. Lewis".

Sayangnya, Pak Khadik pulang duluan sebelum pertunjukan Smoma dari Italia. Kami pun berpisah jam 10.30 WIB dan saya menyelesaikan Smoma dulu yang asyik banget.

Bertemu Member TDA Di Jak Jazz Semalam

Bertemu Member TDA Di Jak Jazz Semalam

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)