Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

02 Maret 2007

Gerakan Revolusi Agro

Tulisan ini begitu relevan dengan yang sedang kita rintis saat ini, yaitu TDA Agro.

Ceritanya begini.

Kemarin, bersama Pak Hertanto dan Pak Agus, saya bertemu seorang yang perjuanganya begitu menginspirasi kita semua.

Namanya Dr. Setiono Hadi, seorang ahli pertanian lulusan Amerika yang telah menemukan teknologi enzym yang bisa meningkatkan kuantitas hasil pertanian berlipat-lipat.

Untuk hasil sawah, dari 2-4 ton per hektar bisa ditingkatkan menjadi 12 ton per hektar.

Hasil perkebunan, singkong dari 20 ton menjadi 40 ton. Saat ini bahkan tengah diupayakan menjadi 70 ton di Surabaya.

Demikian juga untuk buah-buahan dan sebagainya.

Teknologi ini juga bisa diterapkan kepada ternak sapi yang katanya bisa menggemukkan sapi hingga 50% dari standar biasanya.

Bersama Yayasan Revolusi Agro , Dr. Setiono Hadi yang kerap dipanggil dengan Presiden Revolusi Agro, giat berkeliling Indonesia untuk mengajak para petani menerapkan teknologi ini.

Salah satunya adalah Pesantren Daarut Tauhiid pimpinan Aa Gym yang bersama Mentan Anton Apriyantono baru saja mencanangkan gerakan ini di lingkungan pesantrennya.

Menurut Dr. Setiono, gerakan ini perlu didukung bersama. Inilah solusi bagi permasalahan pangan yang dihadapi rakyat saat ini.

Harga beras yang begitu tinggi saat ini, kalau dibiarkan lama berpotensi menimbulkan gerakan pemberontakan rakyat. Kita akan mundur lagi ke belakanng seperti tahun 1965. Ongkos untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkannya begitu mahal. Perlu waktu 25 tahun lagi untuk bangkit, bila itu terjadi.

Revolusi Agro yang ditawarkannya "hanya" membutuhkan tanah seluas 104.000 hektar saja dan dukungan dana sebesar Rp. 800 miliar. Insya Allah dalam waktu 3 tahun saja Indonesia akan swasembada beras lagi.

Apa peran yang bisa kita lakukan? Dengan tegas Dr. Setiono menghimbau kita untuk turut berperan, minimal menjadi investor untuk 2 hektar sawah sajalah. Itu sudah cukup membantu mewujudkan cita-cita ini.

Apa lagi dengan adanya TDA Agro, mungkin kegiatan kita bisa diselaraskan dengan gerakan Revolusi Agro ini.

Saya jadi teringat sawah-sawah di kampung saya yang banyak menganggur tidak terurus. Kalau pun diurus, tidak sungguh-sungguh. Tentu saja, karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Tapi, dengan teknology enzym ini, siapa yang tidak tergiur untuk bertani?

Ayo, kita dukung gerakan ini.

Salam FUUUNtastic!

Bersama Menebar Rahmat Wassalam, Roni NB - Berita dan info terkait, silakan baca di sini ==> http://www.jarakpagar.com/pdf/enzym_teknologi_dasar.pdf http://www.gorontaloprov.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=820 http://www.suaramerdeka.com/harian/0506/20/mur3.htm http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=223401&kat_id=3 http://berita.kafedago.com/kirimkomentar.asp?beritaid=18331

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)