Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

11 Maret 2006

Haji Ali, Tukang Mengawinkan Orang

Jangan diartikan kawin dalam arti sebenarnya ya. Maksudnya, tukang mengawinkan dalam berbisnis. Orang yang tadinya nggak saling kenal jadi kenal dan jadi mitra bisnis. Itulah kerjaannya Pak Haji Ali.

Seperti yang terjadi kemarin. Antara saya dengan Ibu Elida pemilik butik Shafira dan Haji Andi yang importir produk Cina awalnya tidak saling kenal. Setelah saling dikenalkan oleh Haji Ali, maka terjalinlah "perkawinan" itu. Ibu Elida "dikawinkan" dengan Haji Andi untuk kerja sama import produk dari Cina, waralaba Shafira, bisnis restoran, dan pembuatan parfum. Saya juga "dikawinkan" dengan Ibu Elida untuk kerja sama pemasaran dengan Shafira. Haji Ali sendiri "mengawinkan diri" dengan Ibu Elida dan Haji Andi dalam kerja sama import produk dari Cina dan pendirian Restoran Minang di Kuala Lumpur dan Guangzhou, Cina.

Itulah yang terjadi. Haji Ali ini memang hobinya menjodohkan orang. Menurut beliau itulah salah satu bentuk dari silaturahmi yang membawa rezeki. Banyak orang tidak mau melakukan ini. Apa untungnya untuk dia? Kebanyakan kita adalah bermental untung rugi. Tidak ikhlas. Kalau saya kenalkan si A dengan si B, apa untungnya buat saya? Mental calo ini yang kebanyakan diidap oleh sebagian kita. Padahal, untung itu baru didapat setelah kita memberi. Beri dulu baru diberi. Itu hukumnya atau sunnatullahnya. Kalau mengunggu diberi dulu baru memberi, sampai kapan pun saya jamin tidak akan dapat. Berarti kita mengingkari sunnatullah.

Seorang pemilik toko handphone langganan saya mengatakan bahwa temannya sedang mencari busana muslim untuk dijual lagi. Dia akan mengarahkannya kepada saya. Senang sekali saya mendengarnya. "Tapi, jangan lupa ya Pak, dua puluh persennya buat saya," ujarnya tanpa malu-malu. Saya tersenyum saja. Menurut saya orang ini bermental calo. Selalu menghitung untung rugi dalam berhubungan. Padahal, saya sudah beberapa kali membeli handphone di tokonya. Saya kira penawarannya ini murni karena ikhlas sebagai rasa terima kasihnya atas pembelian saya selama ini.

"Kalau kita membukakan pintu rezeki bagi orang lain, insya Allah pintu rezeki kita juga akan dibukakan," kata Haji Ali dengan yakin. Kelihatannya memang demikian...

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)