Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

07 Februari 2006

Ide 'Gila' Teman-Teman Klub Tangan Di Atas

Terus terang, banyak ide gila berkeliaran di milis Klub Tangan Di Atas. Jadi terwujud atau tidak, bukan masalah. Tapi idenya sungguh luar biasa. Coba disimak:

Dari diskusi teman-teman, saya melihat ada peluang bisnis besar, yaitu semacam trading house online. Jadi, kita menjembatani antara pedagang Tn Abang dengan calon pembeli di seluruh dunia, minimal regional. It's a big opportunity, I think.

Salam, Roni wah setuju sekali mas Roni ... sepengetahuan saya, ada pembeli baju muslim Tanah Abang, warga bekas jajahah Yugoslavia lihatnya dari website ... mereka juga suka model2 baju Tanah Abang ... yang penting begitu ketik "MOSLEM CLOTH", "HIJAB", "JILBAB" di GOOGLE nongolnya toko2 kita di M2 dan MTA ... jadi kita mesti daftar/index-ing kata2 tsb ke GOOGLE, gratis kayaknya ...

salam, Eko Sjamsurizal Ide ini menantang Pak Eko. Saya sudah memikirkannya sejak masih dagang di Tanah Abang dulu. Tapi untuk mewujudkan ide ini butuh tim yang kuat..

Salam, Roni Wah ini yang paling saya sukai dari Pak Roni, melempar bola panas lagi......wah Pak Roni harus bertanggung jawab neh....

Kalau saya boleh breakdownkan agar lebih kongkrit sbb: Team yang kuat? wah kita punya banyak orang kuat dan spesialist di sini: Ada Pak Iim di IT yang bisa membuat portal yg mudah tapi lengkap Pak Roni sendiri yang bisa jadi pengatur irama atau arah bisnis dgn pengalamannya buka manet

Ada sumber supplier potensial sebagai start awal seperti milik Pak Agus,Mbak Waru,Asrul Iman(boneka)..

Saya bersedia sebagai operator dan menjaga kontinuitas time schedule..

Ada administrator yang teliti, Bu Febby Ada Humas yang berpengalaman, Pak Hantiar..

Ada Mbak Yulia, yang gimana ya, bisa apa saja...wah yg ini tenaga dan energinya kayaknya gak abis2...

Ada investor kawakan: Pak Budi R.

Managemen-nya bagaimana? saya usul semi profit seperti koperasi. Ini bisa gabung jadi satu dgn managemen satu atap seperti diskusi2 sebelumnya,dan kebetulan ketuanya sudah ada....))

Saya merelakan web dan domain saya untuk dipakai, pertimbangannya, seperti kata Pak Roni, ini akan jadi besar...saya memang senang punya seperti Pak Roni, tapi kalau bisa menjadi bagian yang bakalan mempunyai potensi besar saya tidak akan berpikir dua kali. Saya tidak mempunyai SDM sebagus Mbak Yulia yang penetrasi dan ketangkasannya luar biasa dan saya juga tidak punya sense/feeling seperti punya Pak Roni...saat ini saya baru punya will untuk semua itu...

Untuk point darat, bisa gunakan konter MTA saya (128). Ini bisa digunakan sebagai front line yang meng-update day-to-day produk2 dari tanah Abang yg mau dijual. Untuk di M2 barangkali salah satu konter bisa menawarkan sebagai sekretariat.

Nah bagaimana kontribusi member: saya bayangkan portal ini adalah tempat berkumpulnya produk2 tadi, setiap orang boleh menjualkan produknya di web tadi.Semakin banyak dan beragam semakin baik. Fungsi management, (jika sudah profit) bisa menggaji manager, adalah sebagai satu pintu untuk pembeli. Member harus meng-update produknya ke manajemen dan bertanggung jawab atas stoknya. Ini penting karena menyangkut kepercayaan kepada portal secara keseluruhan...

Jalur distribusi bagaimana? ada Pak Roni dgn manetnya, Ada Pak Jamal yg di SBY, ada Bu Febby yang sudah di PGC, ada banyak calon pelanggan/agen yang kehausan bisnis baru via milis: seperti Q4 atau IEU yg kebetulan admin-nya juga ada di sini..))

So ada managemen, member, dan manager operasional.

Biaya start up-nya bagaimana? kecil sekali...satu konter di MTA dan satu konter di M2 sebagai sekretariat. Gapnya adalah meng-upload informasi berupa gambar dan harga ke portal. Kalau belum bisa menyiapkan komputer, masih bisa pakai warnet..untuk start awal kan utilisasinya masih sedikit. kamera digital saya ada.

Biaya operasional managemen dari mana? harga dari member dipotong sekian persen sesuai kesepakatan.

Untuk volunteer, wah banyak yang ngacung,jangan tanya Mbak Yulia,Pak Hantiar atau Bu Febby deh...))

Wah, ngelantur jauh neh....Bagaimana Pak Roni eh, Pak Ketu....??

Hasan Betul, ini bola panas lagi...

Ini sebuah ide besar saya pikir. Tapi dengan biaya kecil, pemanfaatan teknologi dan jaringan yang sudah ada (jaringan supply dari Pak Haji dan pedagang Tn Abang, jaringan kerja sama dengan anggota milis, dll).

Ini semacam eksperimen di bidang distribusi produk. Kita pangkas jalur distribusi orang yang datang ke Tn Abang itu, melalui internet dan agen-agen perwakilan di daerah. Ini kerjaan besar. Butuh team work yang solid.

Saya pernah ketemu orang yang pernah merintis model ini. Ada yang dibuat online, ada yang pakai katalog, ada yang buat kantor trading house, semuanya gagal. Saya lihat bukan karena idenya nggak bagus, tapi keseriusan dan komitmen yang kurang.

Ini sangat menantang. Mau dicoba? Siap dengan konsekuensi dan komitmennya?

Salam, Roni

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)