Suasana berbeda ini terlihat di lantai dasar ITC Mangga Dua. Jika dulu pusat perbelanjaan itu terlihat sepi, sekarang bertambah ramai dengan hadirnya komunitas baru. Komunitas yang terdiri atas tiga belas pengusaha tersebut menamakan dirinya kelompok Tangan Di Atas.
"Kami memang baru memulai usaha ini kurang lebih seminggu lalu," ujar Yulia Astuti, koordinator wilayah komunitas Tangan Di Atas untuk wilayah ITC Mangga Dua. Pada awalnya, komunitas ini terbentuk karena milis di internet. Di milis ini, banyak sekali orang yang memiliki keinginan untuk menjadi pengusaha.
"Hanya saja, mereka mengalami kesulitan dalam memulainya karena banyak kekhawatiran," jelasnya.
Dari obrolan di dunia maya, akhirnya disepakati untk mempertemukan anggota milis dalam dunia nyata. Dari sanalah mereka sepakat untuk membuka usaha dengan komitmen untuk saling membantu satu sama lainnya. "Soalnya yang tergabung dalam komunitas ini rata-rata pengusaha pemula," imbuhnya sambil tersenyum.
Setelah melakukan survey lokasi, akhirnya diputuskan untuk menyewa kios di lantai dasar Blok D ITC Mangga Dua. Dulunya lokasi ini sangat sepi karena banyak pedagang yang tadinya buka di tempat tersebut memutuskan tutup. "Nah dengan adanya kami, mudah-mudahan banyak pengunjung yang akan datang," tuturnya.
Yulia menambahkan, banyak keuntungan yang didapat dari anggota komunitas Tangan Di Atas. Misalnya saja, komunitas ini dapat dijadikan sebagai mediasi ke berbagai pihak. Dia mencontohkan, akses ke suplier atau ke berbagai pihak yang bisa diajak kerja sama. "Intinya, setiap anggota kelompok akan dibantu jika mengalami kesulitan," tandasnya.
Selain itu, mereka juga masih memanfaatkan internet dalam berkomunikasi. Jika ada masalah, setiap anggota bisa mengeluarkan pendapatnya untuk kemudian dicarikan solusinya. "Istilahnya, milis yang ada kami manfaatkan untuk sharing berbagai hal. Dari sana kita juga bisa mendapatkan beragam informasi."
Pedagang yang bergabung pun cukup beragam. Sebut saja mulai dari pedagang busana muslim, pedagang batik, pedagang mainan anak, baju kaos, dan kasual, baju anak-anak, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sumber: Harian Indopos, Selasa 14 Januari 2006, halaman 25