Makan malam. Nggak nyangka, ternyata mahal juga. Untung ada kas TDA yang mensubsidi. Thanks, Bu Roess.
Para peserta TDA Apprentice: (dari kiri) Pak Endar, Pak Enon, Bu Helva, Bu Sonya dan Pak Edi
Pak Haji Ali "dikerubuti" Action Member TDA Jadilah pelaut yang handal.Mengelola bisnis ibarat nakhoda yang mengemudikan kapal. Nakhoda bertanggung jawab membawa penumpang dan isi kapal sampai di tujuan dengan selamat. Nakhoda yang lihai mampu mengalahkan angin kencang dan gelombang yang datang menerjang sehingga kapalnya tetap melaju dan selamat.
Demikian petuah Pak Haji Ali kepada para peserta TDA Apprentice, Rabu malam 4 April 2007 lalu.
Pak Haji mengibaratkan para peserta TDA Apprentice ini sebagai calon nakhoda kapal. Jadi, kalau nggak mabuk laut aja dalam sebulan ini sudah bagus.
Memang, selama hampir sebulan menjalani TDA Apprentice ini, mulai banyak peserta yang mengeluh dalam mengikutinya. Ada yang merasa lelah, capek, bosan dan sebagainya. Acara ini memang sengaja diadakan untuk mengevaluasi kegiatan TDA Apprentice yang sudah berlangsung hampir 1 bulan ini.
Kegiatan TDA Apprentice ini diprakarsai oleh Pak Haji Ali (sesepuh dan inspirator TDA) bertujuan mencetak para pengusaha TDA baru yang handal.
Kata Pak Haji, setelah lulus menjalani program 3 bulan ini mereka akan diserahi tugas menjadi nakhoda bagi kapalnya sendiri.
Jadi pengusaha jangan cengeng. Tidak ada kata menyerah dan mundur dari medan pertempuran. Sekali langkah sudah diambil, pantang untuk surut langkah. Hadapi semua tantangan dan rintangan itu dengan gagah berani.
Bertempat di Restoran Garuda Sabang yang dihadiri hampir 30 orang member TDA ini pun diwarnai dengan wejangan dan motivasi khas Pak Haji yang sangat kental nuansa spiritualnya.
Di samping itu, kehadiran Action Member TDA dan para founder TDA juga sekaligus memberi dukungan moril bagi para peserta yang tinggal 5 orang yang semula 9 orang ini. Empat orang lagi rupanya sudah masuk kotak alias tereliminasi duluan.
Pak Haji menjelaskan mengapa kita harus menjadi orang kaya. Apa urgensinya menjadi orang kaya di tengah-tengah krisis ekonomi yang dihadapi bangsa saat ini.
Visi misi Pak Haji yang juga menjadi visi misi TDA adalah menciptakan sebanyak mungkin pengusaha handal yang kelak bisa berbicara di kancah nasional maupun internasional. Sehingga, bangsa kita bisa terangkat harkat dan derajatnya di mata dunia melalui kekuatan ekonomi.
Bangsa kita jangan lagi mau didikte oleh kepentingan asing yang selama ini menjajah kita dalam bentuk penjajahan ekonomi yang dampaknya begitu terasa di hampir semua sektor perekonomian.
Berada di samping Pak Haji yang sudah makan asam garam berbisnis hampir 50 tahun ini selalu penuh dengan wawasan dan informasi baru bagi kita. Pak Haji juga berbagi info mengenai peluang bisnis bio ethanol dan mengajak member TDA yang siap "take action" di bisnis ini.
Mengenai bisnis garmen, menurut beliau memang saat ini sedang terpuruk. Tapi, dalam 2 tahun ke depan Indonesia akan diperhitungkan lagi di kancah pertekstilan dunia.
Gejalanya adalah mulai jenuhnya industri garmen di China karena ternyata kualitas mereka masih di bawah Indonesia. Dan China juga akan beralih ke industri berteknologi tinggi dan mulai meninggalkan industri tekstil.
Siapa penggantinya? Insya Allah Indonesia. Karena pesaing dekat kita, Thailand, saat ini mulai tidak disukai oleh pasar. Satu-satunya yang siap adalah Indonesia yang jauh lebih berpengalaman dibandingkan Thailand, Vietnam, apalagi Kamboja.
Informasi ini jelas memotivasi saya yang bergerak di bidang garmen ini. Ibaratnya, seperti orang main layangan yang sedang mencari-cari angin. Ketikan anginnya sudah dapat, layangan pun bisa kita kendalikan dengan mudah.
Kalau angin sedang baik, hasil bisnis garmen selama setahun bisa sebanding dengan hasil selama 20 tahun, kata beliau. Luar biasa. Saya percaya, karena sudah melihat sendiri buktinya. Ratusan toko milik Pak Haji di Tanah Abang,Mangga Dua dan Cempaka Mas adalah buktinya.
Yang jelas acara ini begitu menarik, tidak hanya bagi peserta Apprentice, juga bagi yang lain.
Kepada para peserta TDA Apprentice, saya atas nama founder TDA mengucapkan selamat berjuang mengemudikan kapal sampai tujuan. Jangan cengeng. Teruslah berjuang sampai di tanjung harapan.
Salam FUUUNtastic!
Bisnis ibarat mengemudikan kapal. Kuasailah angin dan gelombang itu!
Wassalam, Roni Owner Manet Busana Muslim NB - Dalam kesempatan ini Pak Haji juga mengundang member TDA untuk mengadakan kegiatan silaturahmi di rumah beliau dalam suasana yang sederhana. Beliau mengkritik kegiatan kita yang selalu diadakan di restoran. Sekali-sekali prihatinlah, kata beliau. Kami jawab, insya Allah Pak Haji. Akan segera kami atur bersama TDA EO. Konsepnya adalah acara santai di kebun Pak Haji di bilangan Pondok Kelapa. Nanti kita duduk di tikar aja, makan seadanya. Setuju?

