Keberamaan di TDA Garment , originally uploaded by roniyuzirman .
Demi mengantisipasi kemungkinan ramai di hari Sabtu dan Minggu, saya memutar rencana menjadi hunting kemeja koko lagi di Tanah Abang. Padahal, awalnya Donna - karyawan saya di sana - mengatakan tidak usah ditambah lagi. Tapi akhirnya dia mencabut kembali kata-katanya itu.
Sambil mendengar alunan lagu-lagu dari kaset Sound of Belief favorit, maka meluncurlah saya dan istri ke Tanah Abang. Kebetulan ada janji ingin ketemu dengan Pak Purwadi, Action Member TDA dari Batam di tempat Pak Haji Ali.
Sesampai di sana saya langsung menuju ke toko penjual kemeja koko lengan pendek pesanan Donna itu. Di samping itu, saya juga mencari beberapa merek lain yang ingin saya uji coba di ITC Mangga Dua. Alhamdulillah, dapat dua merek lagi.
Di depan pintu lift Blok A, saya bertemu dengan mantan tetangga toko waktu masih berdagang di Blok F Tanah Abang dulu. Saya tanyakan bagaimana kondisi tetangga-tetangga yang lain? Makin parah, katanya. Dari tahun ke tahun makin menurun. Sebenarnya saya sudah tahu kabar ini. Bahkan, salah seorang pesaing saya dulu kabarnya saat ini sedang berada di ambang kebangkrutan. Utangnya menumpuk di mana-mana. Beruntunglah saya, sudah take action duluan keluar dari sana. Salah satu buku yang mendorong saya adalah Who Moved My Cheese karya Spencer Johnson.
Selepas shalat Dzuhur bersama Pak Haji dan bertemu dengan Pak Purwadi, langsung saya antarkan 3 kantong belanjaan itu ke ITC. Donna nampak senang sekali. Dagangannya makin meriah dan banyak pilihan. Langsung kami menata pajangan bersama-sama. Tidak lama saya di sana, Alhamdulillah ada 3 transaksi terjadi, padahal dari pagi belum penglaris, kata Donna. Kios kami pun ramai dikerubuti oleh karyawan Pak Abduh, Pak Iim, Pak Hantiar yang ikutan membantu memajang produk yang baru datang itu.
Keakraban dan kerja sama di antara para karyawan TDA Garment ITC Mangga Dua juga patut diacungi jempol. Mereka kompak banget. Kalau ada teman sebelah kiosnya yang berhalangan, otomatis dibantu oleh karyawan sebelahnya. Saya teringat waktu resepsi pernikahan Pak Hantiar dan Waru, mereka semua datang dengan cara patungan mencarter mobil dan membeli kado. Bahkan mereka punya kegiatan arisan mingguan.
Sayangnya, kebersamaan di TDA Garment ini tidak diikuti oleh TDA Seluler. Satu per satu membernya mengundurkan diri. Apa lagi setelah Pak Masbukhin mengundurkan diri juga yang mengakibatkan member lain kehilangan sumber untuk membeli voucher grosiran. Kebersamaan di TDA Garment mungkin bisa dicontoh oleh TDA Seluler. Saya perhatikan TDA Seluler kurang koordinasi dan terkesan membernya berjuang sendiri-sendiri. Di TDA Garment bukannya tidak ada masalah. Member yang mau mundur pun ada. Konflik-konflik antar member pun juga terjadi. Tapi semua itu bisa kita atasi bersama. Member yang ingin mundur kita tanya kenapa dan kita beri semangat dan motivasi lagi. Demikian juga dengan konflik-konflik itu, kita selesaikan secara musyawarah. Alhamdulillah, kekompakan dan kebersamaan itu masih terjaga sampai saat ini.
Beberapa bulan pertama, para member TDA Garment juga mengadakan pengajian bulanan dari rumah ke rumah. Sayangnya, setelah 3 kali pengajian di tempat Pak Hantiar, Pak Iim dan saya, kegiatan ini tidak berlanjut. Saya bisa memahami. Salah satu sebabnya adalah padatnya kegiatan di TDA. Mc Donald's Sarinah, Baso Karapitan Sarinah dan Mc Donald's ITC Mangga Dua adalah saksi kebersamaan kita ini. Beberapa kali pertemuan kecil kita adakan di sana. Bahkan, pernah suatu ketika kita pulang jam 12 malam dari Mc. Donald Sarinah, saking serunya pembicaraan.
Sebagaimana saya singgung sebelumnya, keberadaan member TDA di ITC selama ini bukan tanpa kendala. Kendala utama adalah sepinya pengunjung. Kepada Pak Haji sudah saya sampaikan lagi hal ini. Insya Allah, selepas lebaran akan kita bahas bersama masalah ini.
Salam FUUUNtastic TDA!
Tetap kompak ya!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Roni www.roniyuzirman.com