Kenapa kisah Hantiar dan Waru ini begitu spesial di TDA? Ya, karena prosesnya sangat menarik dan mencengangkan. Terus terang, kami, para sahabatnya terkaget-kaget namun senang saat menerima email Hantiar mengenai keputusannya ingin menikahi Waru. Yang membuat kami kaget adalah begitu cepatnya pengumuman itu. Bak petir di pagi bolong, karena email itu kami terima pagi-pagi.
"Kami" di sini adalah 12 member TDA yang tergabung dalam kelompok kios Moslem Fashion Area ITC Mangga Dua. Bulan April lalu kami bersama memutuskan untuk membuat tim manajemen yang mengurusi operasional kios-kios kami itu. Setelah perdebatan panjang dan alot, akhirnya diputuskan untuk menunjuk Hantiar dan Waru untuk memegang amanah itu.
Beberapa hari kemudian kami menerima email mengagetkan dari Hantiar itu. Isinya: "untuk menghindari fitnah dalam aktivitas kami berdua di Mangga Dua, maka dengan ini saya memutuskan untuk menikahi Waru". Hari itu hebohlah email-email berseliweran menyambut gembira pengumuman itu. Yang lucu adalah Pak Bambang yang nota bene adalah "pacar"nya Hantiar. Hantiar dan Pak Bambang sepakat untuk join menggabungkan kios batik mereka. "Lho, ada apa ini? Kok saya nggak tau, ya?" tanya Pak Bambang dalam emailnya. Pak Bambang ini selalu saja ketinggalan informasi. Padahal setiap harinya dia selalu bergaul dengan Hantiar.
Ternyata, beberapa hari setelah penunjukan tim manajemen itu, Hantiar kasak kusuk. Shalat istikhoroh pun dilakukannya. Termasuk meminta petuah dari Pak Haji Ali, pembimbing TDA dan Pak Hertanto, salah seorang ustadz di TDA.
Hubungan Hantiar dan Waru ini sempat menjadi perbincangan di "belakang layar" di antara kami. Saya dan istri sudah menangkap sinyal-sinyal itu. Begitu juga dengan Mbak Yulia, Pak Agus, Pak Hertanto, Pak Iim dan yang lainnya. Cuma, kami tidak berani menanyakannya langsung, kecuali Mbak Yulia yang setiap bertemu Hantiar selalu "menyindir" mereka. Hantiar pun jadi heboh, blingsatan. "Ada apa sih Mbak Yulia ini, saya nggak ngerti deh maksudnya?" Mbak Yulia hanya mesem-mesem aja.
Sejarah pertemuan mereka diawali dari Talkshow TDA pertama bersama Haji Ali tanggal 22 Januari 2006 lalu. Sebagaimana diketahui, 40 peserta talkshow yang datang hampir semuanya berasal dari pembaca blog dan email saya di milis. Ini pengecualian bagi Hantiar dan Waru. Hantiar saya ajak melalui telepon. Waru diajak oleh istri saya juga melalui telepon. Saya mengenal Hantiar bulan Mei 2005 lalu. Kami berkenalan saat mengikuti kunjungan muhibah anggota Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) ke Malaysia. Dari situlah kemudian saya menjadi akrab dengan Hantiar. Sedangkan Waru adalah kawan istri saya. Mereka saling mengenal saat menghadiri pengajian yang diadakan oleh JPMI.
Demikianlah sekelumit kisah dibalik terjalinnya hubungan mereka. Kenapa saya sharing kisah ini di milis? Ini adalah ungkapan rasa bahagia kami, khususnya saya dan istri atas terjalinnya hubungan ini. Semoga menjadi pasangan yang dicintai dan dirahmati Allah. Marilah sama-sama kita berikan restu dan doanya untuk Hantiar dan Waru.
Wassalam, Roni dan Ely