Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Insight

28 September 2023

Kunci Sukses Re-Engaging Database Pelanggan Lama via WhatsApp

Kunci Sukses Re-Engaging Database Pelanggan Lama via WhatsApp

Kunci Sukses Re-Engaging Database Pelanggan Lama via WhatsApp

Banyak pemilik bisnis menghabiskan jutaan rupiah setiap bulan untuk memasang iklan demi mendapatkan pelanggan baru, namun menelantarkan ribuan kontak pelanggan lama yang sudah pernah membeli. Secara statistik, biaya mengakuisisi pelanggan baru 5 hingga 7 kali lebih mahal dibanding menjual kembali kepada pelanggan yang sudah ada.

Membangun Database Pelanggan yang Tersegmentasi

Mengirimkan pesan broadcast massal yang sama ke seluruh kontak WhatsApp adalah resep pasti untuk diblokir dan dianggap sebagai spam. Kunci keberhasilan re-engagement terletak pada segmentasi data:
- Segmen Pelanggan Loyal (VIP): Mereka yang sering membeli dengan nominal belanja tinggi.
- Segmen Pelanggan Pasif (Dormant): Mereka yang sudah tidak bertransaksi selama 60–90 hari terakhir.
- Segmen Minat Produk Tertentu: Dikelompokkan berdasarkan kategori barang yang pernah dibeli sebelumnya.

Formula Pesan WhatsApp yang Hangat dan Mengundang Respon

1. Personalisasi Nama dan Riwayat Pembelian: Awali pesan dengan menyapa nama pelanggan dan menanyakan kepuasan mereka terhadap produk yang pernah dibeli.
2. Tawarkan Nilai Tambah Eksklusif: Berikan voucher rahasia 'Kangen Belanja' atau akses khusus untuk memesan produk baru sebelum dirilis ke publik.
3. Gunakan Call-to-Action (CTA) yang Ringan: Ajak mereka berdialog santai, seperti meminta masukan atau konfirmasi ketersediaan voucher, daripada langsung memaksa transfer.
4. Atur Waktu Pengiriman Pesan yang Tepat: Kirimkan pesan pada jam santai (pukul 10.00–11.30 atau 19.00–20.30) dan batasi frekuensi broadcast maksimal 2 kali sebulan per kontak.

Menjaga Hubungan Jangka Panjang Berbasis Kepercayaan

WhatsApp adalah ruang komunikasi yang sangat personal. Perlakukan kontak pelanggan Anda seperti teman lama dengan menghadirkan solusi yang relevan, bukan sekadar objek jualan.