Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

09 April 2007

"Lempar Handuk" di ITC Mangga Dua

Wah, saya jadi nggak enak, nih. Hari Senin gini posting berita kurang bagus.

Tapi, ini membuktikan bahwa bisnis itu seperti kata Brad Sugars : Like A Game. Menang - menang - kalah selalu datang silih berganti. Kali ini adalah cerita "kalah".

Sabtu kemarin adalah hari terakhir kios saya beroperasi di Moslem Fashion Area Blok D ITC Mangga Dua setelah lebih dari setahun di sana bersama teman-teman TDA Garment yang sudah duluan lempar handuk juga.

Dengan berat hati saya melipati baju-baju koko dagangan itu dan memasukkannya ke dalam kantong untuk dibawa pulang. Syukurnya, Donna yang selama ini menjaga kios itu sudah mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Jadi ini mengurangi beban moral saya juga.

Memang, keberadaan kios-kios milik Pak Haji Ali yang dipinjamkan secara gratis kepada member TDA itu memang tidak bagus lokasinya. Pengunjung pun sepi dan tak ada peningkatan dari hari ke hari.

Berbagai upaya telah dilakukan seperti dengan membuat manajeman bersama dan sebagainya. Tapi semua itu ibarat menggarami laut saja. Tidak ada hasilnya.

Akhirnya, teman-teman mulai pada "capek" juga dan satu per satu mulai mundur.

Di sisi lain, memang kami belum memperlakukan kios di Mangga Dua ini secara serius. Masih sambilan banget. Ya, hasilnya pun sambilan. Malah minus.

Hal ini berbeda dengan Pak Nusyirwan dan 3 orang temannya dari TDA Seluler yang betul-betul mengurusi kiosnya. Lokasi kiosnya yang berada di pelataran Blok D itu (bersebelahan dengan TDA Garment) juga sepi. Tapi dari ke hari jumlah pelanggannya terus bertambah dan hasilnya pun sudah dirasakannya.

Teman-teman "alumni" Moslem Fashion Area ini pun tidak semuanya gulung tikar dan berhenti begitu saja. Banyak di antara mereka yang kemudian menemukan jalan lain untuk meningkatkan bisnisnya. Ada yang berjualan lewat internet, ada yang sibuk berpameran, dan sebagainya.

Apa lagi di TDA tidak ada istilah "gagal", melainkan "belajar". He he he... bisa aja. Tapi memang itulah sikap seorang pemenang. Kekalahan itu tidak membuatnya bertekuk lutut dan berhenti.

Ibarat pejuang, dia bisa kalah berkali-kali dalam pertempuran, tapi dia tetap memenangkan peperangan.

Kepada teman-teman seperjuangan di ITC Mangga Dua (Pak Iim, Pak Agus, Pak Hantiar, Bu Waru, Bu Yulia, Pak Hertanto, Pak Bambang, Pak Ari, Pak Joko, Pak Abduh, Pak Ipung, Pak Feli dan Bu Monica), tetap semangat ya. Jangan putus asa. Teruslah berjuang memenangkan peperangan. Mungkin di lain medan pertempuran kita akan menang.

Sungguh, kebersamaan kita selama setahun ini yang kemudian melahirkan Komunitas TDA ini adalah "kemenangan" lain bagi kita.

Saya sendiri seperti menemukan sahabat-sahabat baru yang sungguh sangat tidak ternilai harganya. Kebersamaan kita selama setahun ini merupakan waktu yang sulit untuk dilupakan. Kita sering bertemu, rapat, mengadakan pengajian dari rumah ke rumah, dan kadang-kadang juga ada selisih pendapat mewarnainya.

Seperti kata Brad Sugars: Bisnis is a game! Jangan kapok. Mainkan lagi game-nya.

Mudah-mudahan kita bisa memenangkan peperangan ini dan pertempuran-pertempuran di medan lain.

Bisnis seperti belajar naik sepeda, kata Pak Haji. Harus berulang kali jatuh dan tersungkur. Bangkit lagi. Kayuh lagi. Jatuh lagi. Bangkit lagi. Sampai lancar. Suatu saat kita bisa bersepeda dengan satu tangan saja. Bahkan bisa bersepeda di atas seutas tali, kalau sudah mahir.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam, Roni Manet Moslem Fashion

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)