Pembaca, saya merasa kesulitan mau menuliskan liputan Halal Bi Halal kemarin. Masalahnya, mau mulai dari mana?
Semuanya menarik, semuanya patut diangkat jadi cerita. Saya jadi bingung sendiri.
Alhamdulillah, beberapa teman telah mencoba menuliskannya dari berbagai sudut pandang yang berbeda.
Saya rasa, menarik juga jika kita menyimak cerita-cerita itu...
O ya, foto-fotonya juga sudah saya posting di sini . Pak Hadi juga menuliskan dalam beberapa seri liputan, silakan simak di sini , di sini dan di sini .
Wassalam, Roni ---------------------- Alhamdulillah, acara Halal Bil Halal TDA kemarin berlangsung dengan lancar dan amat meriah. Dari sisi acara, banyak improvisasi dan kejutan. Terutama dari jumlah pembicara yang hadir untuk sharing bersama. Inilah kekhasan TDA.
Berbekal jalinan silaturohmi dan networking yang kuat, dengan undangan via sms atau telpon aja, para pebisnis sukses tersebut bersedia hadir dalam setiap acara yang digelar TDA.
Acara yang dipandu oleh Pak Agus Ali dan Pak Iim Rusyamsi tersebut, dimulai dengan sambutan dan tausiah dari sesepuh TDA, Bapak Haji Ali.
Seperti biasanya, dalam setiap kesempatan, Pak Haji selalu menegaskan pentingnya menjadi tangan di atas. Tidak terlewatkan juga, Pak Haji Ali juga memaparkan berbagai peluang bisnis yang terbuka lebar dengan menjadi Pengusaha.
Setiap mendengarkan tausiah dari Pak Haji Ali, keyakinan dan optimisme saya untuk menjadi tangan di atas seperti terus dipupuk dan disirami.
Selain Pak Roni yang tampil dengan gayanya yang khas dan "nyantai', tampil juga sebagai pembicara tamu : Bapak Valentino Dinsi (Penulis Buku "Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang gajian), Bapak Alfi (CEO Tandike.com), Cak Eko (Master Franchise Bakso Malang Cak Eko), dan Bapak Haryo (Seorang Investor, mantar Direktur Bank Swasta Ternama).
Pak Valentino dalam kesempatan sharing tersebut mengungkapkan sebuah fakta menarik bahwa ternyata banyak sekali orang yang ingin memulai usaha tapi tidak punya keberanian. Sayangnya, mereka belum tersentuh atau belum tahu adanya sebuah komunitas yang sangat kondusif seperti di TDA.
Sebagai penulis dan entrepreneur, Pak Valentino menekankan pentingnya action disamping networking atau silaturohmi. Beliau juga menegaskan agar kita "terjebak" dengan sering mengadakan pertemuan yang terkadang justru bisa membuat kita lupa untuk melakukan action.
Sementara pembelajaran yang saya dapat dari Pak Alfi (Sang Bintang tamu, CEO Tandike.com) saya rangkum dalam dua kata yaitu passsion dan persistense. Pak Alfi bisa sangat menikmati perjalanan bisnisnya karena dia memang punya Passion dalam bidang bisnisnya. Hobinya sejak dulu memang tidak jauh dari dunia pencinta alam yang kini menjadi core bisnisnya.
Passion yang pas akan membuat kita lebih persistence dalam menghadapi hambatan apapun dalam bisnis kita. Walaupun sempat rugi di empat tahun pertama, berkat passion dan persistense (kegigihan), Pak Alfi bisa bertahan dan akhirnya berjaya dengan menjadi distributor resmi 14 merk outdoor equipment dari berbagai negara.
Dalam forum kemarin, saya juga sungguh terkesan dengan penampilan Cak Eko. Pembawaannya tenang. Gaya bicaranya santun dan teratur. Saya sungguh beruntung mendapatkan kesempatan 'private' berdiskusi dan berguru secara langsung dengan Cak Eko disela-sela acara. Selama ini saya memang baru bisa menikmati tulisan dan sharing Cak Eko yang ada di milis maupun di berbagai majalah bisnis.
Pertemuan kemarin sungguh menjadi momentum buat saya pribadi untuk selalu memperbaiki diri dan mencontoh figur luar biasa Cak Eko.
Tim TDA Finance yang dipimpin oleh Pak Asep Triono juga memanfaatkan acara kemarin untuk sosialisasi mengenai TDA Finance (Koperasi TDA) yang telah berdiri dan siap memberikan kontribusi bagi semua anggota.
Tidak ketinggalan, ada juga sesi khusus bagi para sahabat dari luar daerah untuk sharing. Ada Pak Bambang Triwoko, Guk Seta, Pak Fauzan dan beberapa member lainnya. Saya sendiri sungguh merasa beruntung karena bisa menimba ilmu langsung kepada Pak Bambang sebelum acara dimulai.
Maklumlah kami berdua termasuk anggota yang datang pagi-pagi ke lokasi ketika suasana masih sepi. Saya sungguh salut dan memberi hormat kepada Pak Bambang atas filosofi 2M, Memberi dan Melayani, yang ternyata sangat powerful dalam membangun sebuah bisnis.
Yang tidak kalah hebohnya, tentu saja adalah hujan door price bagi peserta yang hadir. Walaupun saya nggak kebagian ( panitia gitu loh...he..he..), namun saya sangat bersyukur melihat antusiasme dan keceriaan peserta yang hadir.
Namun terus terang ada kesedihan dalam hati saya. Ketika ada beberapa sahabat yang sangat berminat untuk hadir, namun karena keterbatasan tempat belum bisa mendapatkan kesempatan. Dengan segala kerendahan hati, saya pribadi minta maaf atas kekurangan ini.
Semoga saat acara Milad ke-2 nanti, semua anggota yang berminat hadir bisa terakomodir semuanya.
Sampai jumpa pada event TDA selanjutnya.
Salam, Faif Yusuf ----------------- Dihadiri para super action member TDA, Halal Bihalal Komunitas TDA berlangsung dengan meriah, seru dan penuh pencerahan. Kehangatan antar member, menggantikan cuaca yang mendung di seputar Omah Sendok yang nyaman.
Bukan sekedar bersalam-salaman seprti lazimnya Halal Bihalal, acara ini diramu TDA menjadi ajang berbagi ilmu. Ajang networking dan berkenalan dengan berbagai sahabat, termasuk yang datang dari daerah.
Ada pak Alfi Hendri, CEO & President Tandike , yang sukses di bisnis outdoor equipment.
Yang memotivasi beliau sukses seperti sekarang ternyata karena ingin membuktikan diri. Aktualiasasi diri, setelah pihak keluarga meragukan pilihan bisnis yang diambil dari hobinya naik turun gunung.
Keluarganya yang banyak bermain dibisnis garment, memandang bisnis peralatan gunung sangat tidak prospektif. Bayangkan, satu peralatan bisa bertahan 20 tahun. Yang berarti baru 20 tahun kemudian, barang yang sama akan dibeli.
Keraguan keluarga ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi paman Pak Roni ini. Berkat kepiawannya yang memang sudah menyelami komunitas para pecinta alam, menjadikannya bisnisnya mencuat.
Tentu saja dengan berbagai 'pembelajaran' di awal bisnis, dan beliau tetap 'istiqomah' di jalurnya.
Bukan saja untuk pasar Indonesia, tapi mancanegara ditaklukannya. Berbagai merk terkenal dunia mempercayakannya sebagai distributor. Rencana dalam waktu dekat ini akan membuka kantor sendiri di Singapura untuk memperluas pasarnya.
Bagaimana caranya bisa begitu sukses seperti itu? Dikupas habis di Halal bihala TDA kemarin.
Buat yang belum berkesempatan mendengar kiat suksesnya, Pak Alfi bersedia berbagi ilmu kembali bila memang diperlukan di lain waktu.
Lalu, ada Cak Eko, owner Waralaba Bakso Malang Kota 'Cak Eko' yang juga penulis buku laris 'Resep Paling Manjur Menjadi Karyawan Kaya Raya'.
Saat ini gerai Baso Malang telah lebih dari 45 outlet tersebar di seluruh Indonesia. "Saya sudah memulai bisnis sejak hampir 10 tahun, dan berbagai bisnis telah saya jalani," begitu Cak Eko memulai sharing bisnisnya.
Berbagai 'pembelajaan' bisnis tidak menjadikannya putus asa, bahkan semakin menguatkannya untuk terus mencari peluang yang sesuai dengan passionnya.
Bagaimana seorang karyawan bisa begitu berhasil mengembangkan bisnis waralaba tanpa mengganggu waktu kerjanya? Apa yang membuatnya begitu persistance dalam menggeluti dunia bisnis tanpa meninggalkan status sebagai karyawan?
Lagi-lagi semua dibuka blak-blakan oleh Cak Eko di acara ini. Tanpa sungkan beliau berbagi atas perjalanan bisnisnya.
Acara yang dipandu pesenter kondang TDA Pak Iim dan Bos Agus Ali berlangsung mengalir dengan lancar. Diawali dengan wejangan sesepuh TDA pak Haji Alay, yang selalu memotivasi untuk terus bergerak dijalur tangan di atas.
Ada Pak Valentino Dinsi, seorang Coach Entrepreneur dari LetsGo Indonesia dan penulis buku Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian. "Yang penting Action!" begitu pesannya, "Networking dalam bentuk komunitas kondusif seperti TDA ini sangat diperlukan untuk para pemula yang ingin mulai terjun menjadi Enterepreneur"
Diakhir acara masih ada Pak Haryo, seorang investor dan mantan CEO Bank nasional besar, menyemangati dan memberi dukungan buat TDA.
Rasanya terlalu singkat waktu berlalu, dan diakhiri dengan bersalaman seluruh yang hadir. Seperti peserta lain, saya juga kebagian 'door price' berupa 'Natural Bali body scrub' dengan berbagai rasa dari Ibu Diah Yusuf. Thanks ya bu
Thanks untuk TDA-EO yang sudah menyelenggarakan dengan apik, dan untuk Pak Roni Yuzriman - Jendral TDA yang menghadirkan banyak tamu istimewa di acara luar biasa ini.
AR. Junaedi ---------------------- All TDA'ers, Thanks God.... apa yang menjadi "passion" dalam 1 minggu terakhir ini menjadi kenyataan, yakni satu impian untuk bersilaturahmi dengan sedulur2 hebat dari TDA Jakarta.
Satu anugerah yang luar biasa prima dari Allah... dan saya selalu merinding setiap kali mengenang acara Halal Bi Halal TDA Pusat yang dilangsungkan pada hari Sabtu, 3 November 2007, di Cafe Omah Sendok, Kebayoran Baru, Jakarta.
Speechless... apa yang saya alami terlalu dahsyat... emosi jiwa masih ter-aduk2 antara rasa haru dapat bersilaturahmi dengan para sedulur TDA yang hebat... rasa gembira karena dapat melepas canda tawa bersama sedulur TDA yang selalu optimis dalam menjalankan karya... rasa bangga dapat menjadi anggota komunitas TDA... rasa bahagia dapat berpartisipasi aktif dalam pergelaran akbar tersebut... dan ribuan emosi jiwa yang tak dapat diungkap dalam kata.
Saya hanya dapat menyampaikan salam paling hormat kepada para sedulur TDA kinasih :
Pak Haji Alay sesepuh TDA, mas Roni sang Jendral TDA (you're inspiring man bro... !!), mas Hadi Kuntoro (sampeyan memang "excellent" bro..), mas Hasan Basri (two thumbs up karya event HBH TDA-nya), mas Agus Ali + mas Iim Rusyamsi ("the great duo" dalam karya), mas Abduh, mas Rosihan, mas Faif Yusuf, mas Wasis Gunarto (kami siap diajak kolaborasi di event Gedung Arsip... he..he), pak Valentino Dinsi, mas Alfi, cak Henky Eko, mas James Sastrowijoyo, mas Hertanto, pak Haryo, mas Afrizal, mbak Yulia (ditunggu kunjungannya di TDA Joglo), mbak Roes, mbak Dina, mbak Yuni, mbak Dorris, mas Yassir, mas Eko June, mas Yudi, mas Fauzan, mas Dwi (trims banget... saya dapat anugerah door prize software Accounting Zahir), mas Taufan Putra, mas Panggah, mas Nur Alam, mas Rony A, mas Andi Sasongko, mas Chairul Saleh, mas AR Junaedi, mas Didin, mas Adji, mas Asep, mas Imansyah, Guk Seta.... dan sedulur2 TDA hebat lainnya yang tidak sempat saya catat namanya... karena
saking banyaknya.... !!!
Para sedulur kinasih.... sampai jumpa di acara Milad TDA di bulan Januari 2008.
Salam fuuntastics, Bambang Triwoko - TDA Joglo http://betigaklaten.wordpress.com ---------------------- Ragu- ragu masuk ke halaman omah sendok, begitu masuk lebih dalam lagi, terlihat beberapa orang sedang sibuk mengatur persiapan untuk acara HBH TDA. Setelah daftar ulang,saya mendapat sticker nama yang saya tempel di dada. Untuk menghilangkan kekakuan, akhirnya saya coba membantu beres-beres. Angkut sana, angkat sini.
Begitu acara di mulai, perasaan yang tadi sudah mengkeret, mangkin tambah mengkeret lagi. Lha gimana ngak merasa makin kecil, ternyata tamu-tamu yang datang adalah para pejuang yang sudah terlebih dahulu berperang dan memenangkan peperangan mereka masing-masing. Sementara, saya adalah seorang prajurit yang baru saja akan masuk ke arena pertempuran.
Bagaimana saya ngak melongo mendengar kisah mas Alfi,Mas Eko (bakso), dan tamu tamu lainnya. Duh, mereka ini sungguh - sungguh pejuang sejati.
Sebelum itu , dada sempat merasa terbakar mendengar wejangan dari pak Haji Alay, wejangan beliau bagaikan bensin yang memperbesar bara api dalam dada menjadi api semangat yang berkobar.
Bahagia bisa bergabung dengan komunitas yang saling berbagi ilmu untuk sukses, berbagi kegagalan agar orang lain tidak gagal, dan tentu saja berbagi doorpize untuk kami hehehe.
Mlongo mendengar jawaban mas Fauzan (surabaya) dengan jawaban nya: "belum tahu mas, mau muter-muter Jakarta dulu!" ketika saya tanya kapan akan pulang ke Surabaya. Lha, saya sendiri masih harus bersiap-siap untuk menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan yang akan saya tinggalkan. Mas Fauzan, Mas Alfi, anak muda dengan kesuksesan di bidang masing-masing .
Banyak pinisepuh (heheeh) juga dengan kesuksesan masing-masing.
Yang muda sukses, yang tua sukses... giliran saya (yang masih mengkal) , semoga juga bisa berjuang dan meraih kesuksesan yang saya impikan.
Ah...Indahnya berjamaah bersama orang-orang yang penuh semangat untuk selalu berjuang!!!
Siap Graakkk!!!
Majuuuuuuuu......Jalann!!!!
Yogi Yogayaza ---------------------- Pak Roni Saya juga bingung mau nulis apa, yang mana duluan, makanya saya sampai membbuat ulasan di blog saya secara berseri, dan ternyata ada 5 episode...wahwah..satu hal yang belum pernah saya lakukan terhadap suatu acara...
semoga cerita di blog saya menjadi salah satu 'puzzle' melngkap cerita2 temen2 yang lain..
Kepada temen2 yang kemarin hadir, mohon agar buruan anda menuliskan apa yang anda lihat dan apa yang anda denger di HBH kemarin supaya nggak keburu lupa, supaya saudara2 kita yang tidak hadir bisa terobati rasa penasarannya...dan dengan menuliskan secara lengkap.
Insya Allah ini akan menjadi cerita yang sangat indah ketika kita baca lagi saat kita kakek nenek kelak, dan kita pandu cucu2 kita untuk membaca blog2 dahsyat member2 TDA...
Semoga saja blogger.weordpress,multiply dll masih exist hingga ratusan tahun kedepan...dan ini adalah harta tak ternilai laksana prasati dari nenek moyang TDA bagi mereka....(cicit-cicit kita..hehe kejauhan nggak ya mikirnya..?)
Salam Funtastic...
Hadi Kuntoro