Pak Abduh (bertopi) Membaca cerita bisnis Pak Abduh yang diliput oleh RCTI, saya tertarik untuk mengomentari. Bukan untuk bisnisnya, tapi ke personnya, Pak Abduh.
Pak Abduh ini adalah salah seorang Action Member TDA yang menurut saya adalah seorang pejuang tangguh. Kenapa? Tentu saya ada alasannya.
Pak Abduh yang juga adalah salah seorang founder TDA, saya kenal pertama kali saat Talkshow pertama dengan Haji Ali. Waktu itu memang cukup heboh. Pesertanya cukup banyak sedangkan kapasitas ruangan terbatas. Pak Abduh adalah peserta last minute. Dalam emailnya, Pak Abduh meminta saya memasukkannya sebagai peserta meskipun tidak dapat tempat duduk. "Duduk di lantai pun saya mau pak", katanya.
Setelah mengikuti Talkshow, tawaran Pak Haji pun diambilnya. Akhirnya Pak Abduh bergabung dengan 11 alumni talkshow untuk membuka kios garment di ITC Mangga Dua. Ini adalah cikal bakalnya TDA.
Keadaan di ITC Mangga Dua cukup sulit. Beberapa usaha telah diupayakan, tapi belum menggembirakan. Kios Pak Abduh sering tercecer dalam mengejar omset dibandingkan yang lainnya. Tapi, saya tidak pernah mendengar keluhan darinya. Pak Abduh selalu bersemangat dan memandang positif hal tersebut.
Berbagai upaya dicobanya, termasuk dengan menambahkan kata-kata "tidak susut, tidak luntur" untuk meyakinkan calon pembeli batiknya. Sampai-sampai istilah ini menjadi anekdot di antara kami. "Pak, istilah tidak susut tidak lunturnya dipatenkan aja!" Atau, "Istilah tidak susut tidak lunturnya dibuat nama domain aja!" Begitulah. Tapi Pak Abduh selalu menjawabnya dengan senyum optimis.
Oya, disamping menjual batik, Pak Abduh pun telah merintis bisnis penjualan kaligrafi yang khusus dijualnya di pameran dan bazaar. Salah satu yang rutin diikutinya adalah bazaar di saat pelatihan ESQ-nya Ary Ginanjar. Penjualan kaligrafi ini menghasilkan cashflow yang cukup stabil bagi Pak Abduh.
Tanpa banyak cerita dan nyaris tak terdengar, Pak Abduh tiba-tiba mendeklarasikan status barunya sebagai full TDA. Ini cukup mengagetkan kami, mengingat Pak Abduh terkesan sebagai TDB yang cukup komitmen dalam pekerjaannya. Ya, Pak Abduh yang kalem itu juga adalah seorang yang tegas dalam mengambil keputusan.
Untuk menaikkan omsetnya, Pak Abduh melakukan berbagai cara. Mulai dari memasang iklan, melakukan aliansi strategis, ikut pameran dan sebagainya. Kadang-kadang saya sendiri kaget mendengarnya. Lho, kok tiba-tiba Pak Abduh sudah sampai di GKBI?
Dalam setiap pertemuan, saya tidak pernah mendengar sekali pun keluh kesah dari Pak Abduh. Padahal, kebanyakan kami adalah sebaliknya. Dan ternyata itu salah ya. Apa lagi setelah menonton film The Secret. Keluh kesah itu ternyata AMAT SANGAT BERBAHAYA bagi kemajuan kita.
Pak Abduh, saya pribadi menyampaikan bahwa anda adalah salah satu inspirator saya. Saya banyak belajar dari semangat dan antusiasme Pak Abduh. Selamat dan sukses untuk Pak Abduh.
Salam FUUUNtastic!
Simple thing often the best Wassalam, Roni