Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

22 Januari 2007

Pengantar Milad I TDA

Menindaklanjuti usulan Pak Abdan di Sawahlunto, saya usahakan memulai tulisan dalam rangka menyambut Milad I TDA, sebagai pemanasan, begitulah.

Saya sendiri sampai sekarang masih bingung, kenapa fenomena TDA ini ditanggapi begitu antusias. Tidak hanya di milis, tapi dari beberapa orang yang saya temui, rata-rata menyatakan hal yang sama.

Saya baru saja diwawancarai oleh wartawan Republika mengenai bisnis saya dan ujung-ujungnya dia bertanya mengenai TDA. Insya Allah wawancaranya terbit hari Ahad nanti.

Seperti yang diungkapkan oleh Pak Iqbal dari penerbit Mizan yang insya Allah akan menerbitkan buku TDA, menurutnya isu yang diangkat oleh TDA bukanlah hal yang baru. Istilah Tangan Di Atas sudah dikenal berabad lalu, tapi di komunitas kita diberikan perspektif baru. Itulah daya tariknya.

Kalau ditarik ke belakang, semua ini adalah hasil diskusi panjang saya dengan Pak Haji Ali. Sejak akhir tahun 90-an saya memang sering bekerja sama dengan beliau terutama yang berhubungan dengan kegiatan sosial. Sebagai seorang TDA tulen, Pak Haji selalu "mencekoki" pikiran saya dengan ide-idenya yang kurang lebih sama dengan ide TDA sekarang ini.

Kebetulan, akhir 2005 lalu, saat bisnis saya sudah mulai bangkit lagi, panggilan untuk memasyarakatkan ide TDA ini bangkit lagi dan itu saya salurkan melalui sharing tulisan di blog yang alhamdulillah mendapat sambutan hangat sehingga berdirilah TDA dengan membernya yang kurang lebih 700 orang ini.

Kenapa TDA ini menjadi menarik? Menurut saya, 1. Karena ada kesamaan ide dan kepentingan di antara kita, yaitu ingin menjadi pribadi yang bebas secara finansial melalui jalur bisnis

2. TDA berorientasi "action" bukan NATO (no action talk only), makanya kita sebut TDA ini adalah jaringan kerja, bukan milis.

3. Budaya saling berbagi, peduli dan mendukung menjadi ciri di TDA. Ini telah dibuktikan dengan interaksi kita secara online maupun offline.

4. Banyaknya member yang perlu dukungan untuk memulai bisnisnya, di TDA ada dukungan seperti itu, kita sebut kurikulum DSA (Dream, Strategy, Action). Biasanya member yang mengalami kesulitan dalam melangkah pasti ada masalah di DSA ini. Alhamdulillah, kegiatan-kegiatan kita selalu mengaku ke DSA ini. Kita tidak hanya hanya memprovokasi member untuk take action, tapi juga diberikan alatnya, kemudian juga dibarengi dengan pembentukan mindset yang tepat.

Mungkin itu dulu sebagai "pemanasan" dari saya. Namanya "pemanasan" jadi tidak lengkap. Seingatnya dulu. Nanti saya tambahkan lagi. Atau silakan ditambahkan sesuai dengan yang dirasakan atau dialami selama bergabung di TDA ini.

Satu hal, TDA ini bukanlah tanpa cacat atau cela. Pasti banyak juga kekurangan dan kegagalannya. Nanti juga akan saya paparkan menurut versi pengamatan saya.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam, Roni Atas nama founder TDA

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)