Subhanallah, saya sendiri hampir tidak percaya dengan hal ini, di mana: 1. seorang pembicara seminar tidak dibayar alias gratis 2. peserta yang hadir pun ditraktir makan malam oleh si pembicara 3. peserta pun dihadiahi sesuatu yang sangat bernilai (tidak saya sebutkan) Dan ini (mungkin) hanya terjadi di TDA.
Pembicara tersebut adalah Pak Isdiyanto, owner dan pemimpin redaksi Majalah Wirausaha dan Keuangan (WK) yang tadi malam memberikan materi tentang advertising kepada 25-an member TDA di Bukafe tadi malam.
Terus terang, saya sendiri sering malu dengan Pak Is ini. Pak Is sering mengejar-ngejar saya menawarkan kontribusi dan ide-ide cemerlang, namun banyak yang belum dapat dilaksanakan di TDA.
Saya kenal pertama kali dengan Pak Is waktu halal bi halal TDA di Cibubur. Waktu itu Pak Is meliput kegiatan kita dan mewawancara beberapa member TDA.
Dalam pertemuan selanjutnya, Pak Is banyak melontarkan ide bagaimana membesarkan TDA, dan juga ide mengenai TDA Media.
Dari sosok Pak Is inilah mata saya jadi terbuka mengenai pengelolaan sebuah majalah dengan cara baru, cara yang menurut saya "think out of the box".
Makanya, kepada tim TDA Media saya pesankan, jangan memulai program TDA Media sebelum bertemu dan berdiskusi dengan Pak Is. Alhamdulillah, hal ini telah terlaksana dan Pak Is sudah menjadi bagian dari TDA Media.
Pak Is mengikuti hampir 60 milis dan menurutnya TDAlah milis yang paling aktif dan berbeda dibandingkan yang lainnya. Makanya, Pak Is begitu respek terhadap TDA dan ingin berkontribusi di TDA.
Hal serupa juga dialami oleh Pak Ikhwan Sopa , yang saat baru bergabung nampak bingung apa yang bisa dikontribusikannya. Sebab, hampir semua divisi sudah ada orangnya. Tapi, alhamdulillah Pak Sopa telah 2 kali berkontribusi di TDA, yaitu melalui TDA Business Conference at Y!M dan workshop perpajakan yang juga diberikannya secara gratis kepada member TDA.
Alhamdulillah, sekali lagi saya mengucapkan syukur dan terima kasih tak terhingga kepada Pak Is, Pak Sopa, dan member TDA lainnya yang telah memberikan begitu banyak sumbangsih tak ternilai bagi komunitas yang kita sayangi ini.
TDA ini insya Allah sejak awal dibangun oleh tangan-tangan yang ikhlas tanpa pamrih untuk berbagi demi kemajuan bersama. Hal ini terbukti dengan terus mengentalnya semangat kebersamaan dan saling berbagi di antara kita.
Semangat inilah yang terus memperkuat TDA selama ini. Kita harus jaga jangan sampai semangat ini luntur dan terkoyak.
Saya yakin anda masing-masing punya sesuatu untuk dibagikan kepada TDA ini. Ayo, bagikan itu bagi kemaslahatan kita semua. Jangan tanyakan apa yang TDA bisa berikan untuk anda, tanyakan apa yang anda bisa berikan untuk TDA.
Salam FUUNtastic!
Wassalam, Roni, Owner, Manet Busana Muslim Founder, Komunitas TDA NB: Terus terang, semangat saya jadi bangkit lagi melihat begitu antusiasnya Pak Is berbagi untuk kita tadi malam. Pak Is telah menangkap "esensi" dari semangat TDA ini.
NB 2: Tulisan lain mengenai Pak Is, silakan baca di sini.