Action Members, Berdirinya TDA ini unik. Tidak sengaja (tapi saya yakin ini adalah skenario dari yang di atas juga).
Tapi, proses di belakang itu berlangsung cukup lama. Jauh sebelum Talkshow pertama ( 22 Januari 2006).
Berawal dari kedekatan saya dengan Pak Haji Ali, sejak tahun 1998. Kami bergabung di dalam satu organisasi sosial etnis (satu kampung di Bukittinggi). Saya adalah pendiri unit kepemudaan di organisasi itu.
Dari situ saya sering bertukar pikiran dengan beliau. Tidak hanya sampai di situ, kami sering bekerja sama dalam kegiatan sosial. Saya sering diajak utk bertemu pejabat-pejabat dan orang hebat.
Sampai pada satu titik, saya lulus kuliah dari Ekonomi Trisakti, mulai buka toko ritel sambil jadi freelance di sebuah perusahaan asuransi syariah. Kebetulan skripsi saya tentang asuransi syariah.
Saya datang menemui beliau untuk menawarkan asuransi untuk 3 rukonya. Komisinya lumayan, batin saya.
Tanpa disangka, ekspresi beliau berubah ketika mendengar penawaran saya itu. Mukanya merah, seperti marah dan kecewa.
"Saya heran, orang pintar seperti kamu yang sekolah begitu lama, kok malah bekerja untuk orang lain", kata beliau dengan nada suara menandakan kekecewaan.
"Tapi kan saya hanya freelance, Pak Haji", jawab saya.
"Sama saja! Itu namanya tangan di bawah. Tangan di atas lebih mulia dari pada tangan di bawah", serunya.
Wah, wah... saya nggak berani berdebat dengan beliau. Saya mundur teratur dan mengalihkan pembicaraan. Harapan dapat komisi dari asuransi lenyap seketika.
Bagi Pak Haji, menjadi TDA adalah keharusan. Ini adalah bentuk jihad dalam mengangkat derajat hidup bangsa versi beliau.
Mulai saat itu saya tidak berani lagi bicara soal itu. Saya cari aman saja.
Hubungan kami terus dekat, bahkan semakin dekat. Istri saya adalah adik sepupu Pak Haji. BTW, Pak Haji adalah Mak Comblang kami.
Bulan November 2005 saya mulai aktif nge-blog dan menceritakan figur Pak Haji ini. Tanggal 22 Januari 2006 Pak Haji muncul menjadi pembicara dalam talkshow, berkat "todongan" dari pembaca blog dan provokasi dari Pak Hasan Basri yang segera membooking tempat di RM. Sederhana Rawamangun.
And...the rest is history...
Saya jadi banyak teman baru. It's priceless. Sebelum TDA berdiri, saya hanya kenal Pak Iim dan Pak Hantiar saja.
Salam FUUUNtastic!
Roni NB - Kalau anda punya kenalan orang hebat dengan visi misi yang sama dengan TDA ini, mohon diundang bergabung. Biar semakin banyak "gajah" di TDA ini. Pak Hadi mungkin bisa undang Pak Amri (Rabbani) dan sebagainya... Ayo, bersama kita wujudkan visi TDA 2020. Tidak ada lagi orang miskin di Indonesia.