Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

01 Agustus 2008

Sejenak Bersama TDA Singapura

Sejenak Bersama TDA Singapura

"Pak, nanti ikutan ngobrol di Plaza Senayan habis Maghrib yuk... Saya ketemuan dengan Mas Hantiar di sana", demikian bunyi SMS yang saya terima kemarin siang dari Pak Bobby Prajitno, member TDA dari Singapura.

"Insya Allah", jawab saya. Plaza Senayan memang dekat dari tempat tinggal saya.

Sesampai di Starbucks Coffee - tempat pertemuan - Pak Bobby dan Pak Hantiar tengah terlibat percakapan serius. Rupanya Pak Bobby berminat membawa produk baju renang muslimah produksi Pak Hantiar di Singapura.

Saya pun bertanya bagaimana kabar teman-teman TDA di sana.

Alhamdulillah, silaturahmi di antara member TDA Singapura yang jumlahnya cuma 6 orang itu terjalin cukup kuat, meski pun mereka rata-rata sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

Kedatangan Pak Bobby ini juga dalam rangka program TDA, yaitu bazaar bersama yang akan digelar di Geylang bulan Ramadhan nanti.

Teman-teman TDA Singapura "mengutus" Pak Bobby untuk mencarikan produk-produk member TDA yang bisa dipasarkan di sana.

Ada yang menarik dari program TDA Singapura ini. Mereka membuat semacam "business game" dengan tantangan yang lumayan menantang buat membernya untuk take action.

"Kami membuat program tantangan kepada setiap member untuk menghasilkan keuntungan sebesar Sing $ 10.000 (sekitar Rp. 65 juta) dalam 4 bulan dengan modal maksimal Sing $ 10.000", kata Pak Bobbby. Artinya, dalam 4 bulan mereka harus melipat gandakan uang itu 100%.

Menarik sekali.

"Apa nggak berat tuh Pak?", komentar saya. Melipatgandakan uang 100% dalam waktu 4 bulan, bukanlah hal mudah. Tapi saya suka dengan program seperti ini. Sangat menantang.

"Nanti, member yang berhasil mencapainya akan membantu mengajari member lain bagaimana cara mencapainya", jelas Pak Bobby. Good point, batin saya. Ini spirit TDA, saling berbagi.

Saya teringat dengan game serupa yang diceritakan dalam buku The One Minute Millionaire karya Robert G. Allen dan Mark Victor Hansen.

Di buku itu, Michelle, seorang janda ditantang untuk menghasilkan uang US $ 1 juta dalam waktu tiga bulan. Kalau tidak, ketiga orang anaknya akan diambil hak asuhnya oleh mertuanya.

Alhasil, dengan segenap upaya, Michelle berhasil membawa sekoper uang senilai US $ 1 juta di hadapan mertuanya dan mendapatkan hak asuh atas anak-anaknya.

Bagaimana caranya? Ia menerapkan ilmu-ilmu yang ada di buku itu melalui 4 jalur mencapai kekayaan, yaitu: bisnis, properti, saham dan internet.

Di TDA sendiri, saat Milad II bulan Janauari lalu telah dicanangkan "TDA Challenge", yaitu meningkatkan pertumbuhan bisnis minimal 2 kali lipat. Kinerja ini bisa diukur dari penjualan atau profit. Puluhan member naik ke panggung dan menyatakan bergabung dalam program tantangan itu.

Selain bertemu dengan saya dan Pak Hantiar, Pak Bobby juga telah dan akan bertemu dengan member lain seperti Mas Adzan dan Pak Hadi.

Saya melontarkan ide bagaimana TDA Singapura menjadi "pintu gerbang" produk-produk member TDA untuk menembus pasar internasional. Ide ini disambut hangat oleh Pak Bobby.

Pak Bobby adalah member yang bergabung dengan TDA sejak awal. Kakaknya, Pak Budi Prajitno adalah perintis TDA Joglo yang saat ini begitu aktif dan dinamis.

Pak Bobby baru saja melepaskan statusnya dari TDB menjadi full TDA. "Alhamdulillah, setelah full TDA income saya naik puluhan kali lipat dari bisnis", kata Pak Bobby ketika chatting dengan saya beberapa waktu lalu. Saat ini Pak Bobby tengah mengembangkan bisnis call center di Singapura dan berupaya melebarkan sayapnya ke Indonesia.

Profil member TDA Singapura juga berbeda dibandingkan wilayah lainnya. Member di sana rata-rata hidupnya sudah mapan dan settled. Kepepet atau butuh tambahan income bukanlah alasan mereka untuk pindah kuadran menjadi TDA. Aktualisasi diri, mungkin ini yang dapat mendorong mereka untuk menjadi TDA.

Walaupun cuma beberapa jam, silaturahmi ini cukup membuka mata saya terhadap keberadaan TDA Singapura. Silaturahmi yang menjadi nafas TDA selama ini cukup berjalan di sana. "Tanpa TDA, mungkin selama ini kami hanya kenal melalui milis saja", kata Pak Bobby mengakui.

Sebuah fakta yang harus diakui adalah bahwa TDA telah berhasil mendorong membernya untuk saling bersilaturahmi dan berinteraksi. Itulah kelebihan salah satu kelebihan dari TDA yang patut dibanggakan.

Salam FUUUNtastic TDA!

Bersama Menebar Rahmat Wassalam, Roni, Founder Komunitas TDA NB: Sayang sekali saya tidak membawa kamera tadi malam. Kamera HP Pak Bobby pun teryata sedang low batt.

NB 2: Alhamdulillah, sesuai rencana hari ini adalah softlaunching The All New Portal TDA. Silakan anda jenguk di sini . Isinya masih terus akan ditambah sampai grand launching nanti. Bravo untuk TDA dan Virtual Consulting.

NB 3: Alhamdulillah, blog saya yang baru mendapat sambutan positif. Kemarin mendapat kunjungan lebih dari 400 visitor. "I love this blog. Isinya Evi banget" komentar Bu Evi , salah seorang pengunjung blog itu.

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)