Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

17 Mei 2006

Seru, TDA Leverage Game with Action International

Seru! Mungkin itu komentar pribadi saya melihat acara yang dilangsungkan tadi malam di restoran Omah Sendok milik Pak Wasis. Ini terlihat dari antusiasme peserta yang mengikutinya. Tertawaan dan teriakan menghiasi serunya permainan yang dibagi menjadi empat kelompok ini.

Acara yang dimulai dengan shalat Maghrib berjamaah dan makan malam ini di pimpin oleh Pak Prijono Nugroho dan Ibu Mutia Prihatini dari Action International. Sebelum bermain, 20 orang peserta tersebut diberi pengantar untuk memahami bisnis a la Action International dan Leverage Game yang diciptakan oleh Brad Sugars ini. Game ini mencerminkan bisnis yang sesungguhnya.

Dalam pembukaan, saya mengatakan bahwa teman-teman yang ikut game ini sungguh beruntung. Apalagi yang baru memulai bisnis. Karena, saya baru kenal game ini setelah 3 tahun berbisnis dan bisnis saya diambang kehancuran. Ratusan juta ludes dan waktu menjadi terbuang sia-sia. Jadi, bagi teman-teman yang baru memulai bisnis, sungguh beruntung mengikuti game ini. Anda seharusnya tidak perlu lagi jatuh bangun dan berdarah-darah seperti yang saya alami dulu.

Peserta yang sebagian besar adalah karyawan yang mengelola bisnisnya secara sambilan ini, sempat dikritik oleh Pak Prijono. Jangan seperti amphibi yang hidup di dua alam, katanya. Maksudnya alam bisnis dan alam kerja. Anda tidak mungkin dapat meraih kedua-duanya. Statistik menyatakan, bahwa bila usaha yang diberikan dalam berbisnis 25% hasilnya pasti kurang dari 25%. Bila usahanya 50%, hasilnya pun kurang dari 50% persen. Namun bila anda memberikan usaha 100%, hasilnya bisa lebih dari 100%. Ini statistik, katanya. Saya pun sebenarnya kurang setuju dengan mind set bisnis secara sambilan ini. Untuk tahap awal, oke lah. Tapi jangan sampai menjadi tertanam dalam pikiran kita bahwa bisnis yang dikelola secara sambilan itu akan berhasil luar biasa. Mana buktinya?

Acara akhirnya disudahi dengan Pak Agung, Pak Edi, Ibu Doris, Pak Surya sebagai pemenang di masing-masing kelompok. Kriteria pemenang adalah yang punya profit tertinggi, nilai leverage system tertinggi dan tanpa memiliki hutang. Secara keseluruhan, Pak Agung Kuswanto berhasil menjadi juara pertamanya.

Insya Allah, dari acara ini akan ada follow up lebih lanjut. Saya berpikir, TDA sudah saatnya melakukan ini. Karena, setelah kita berhasil "memaksa" membernya untuk take action, lantas perlu pembekalan dari segi ilmu bisnisnya. Di sinilah perlunya kerja sama antara TDA dan Action International Business Coaching ini. Ibu Mutia dan Pak Prijono sendiri telah bersedia menjadi member TDA dan sekaligus menjadi "dokter jaga" di TDA Business Clinic nanti.

Ini adalah bagian dari visi kita yang juga ada kesamaan dengan visi Action International Indonesia, yaitu untuk menciptakan 1.000.000 milyarder baru di Indonesia. Insya Allah...

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)