Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

23 Juni 2006

Setelah "Take Double Action", Lalu Apa?

Alhamdulillah, komunitas kita yang didirikan secara tidak sengaja tanggal 22 Januari 2006 ini sudah berumur 5 bulan. Masih seusia bayi sih. Lagi lucu-lucunya, kata orang. TDA ini lahir dengan doktrin yang tegas. Bahwa menjadi Tangan Di Atas (TDA) adalah lebih mulia daripada Tangan Di Bawah (TDB). Pak Haji Ali, pembimbing TDA, mengatakan walau pun dapat uang 5 ribu tapi didapat dari berdagang lebih mulia dibandingkan dapat 20 juta dari bekerja. Ini semua diamini oleh peserta Talkshow I waktu itu, dan berdasarkan doktrin itulah maka lahirlah TDA.

Peserta Talkshow tersebut, 12 diantaranya seminggu kemudian ramai-ramai menyambut tawaran Pak Haji untuk membuka kios di ITC Mangga Dua. Setelah itu kita buat milis sebagai wadah komunikasi membicarakan kios kita. Dalam perkembangannya akhirnya diputuskan untuk membuka milis untuk umum, walaupun akhirnya ditutup lagi dan diubah menjadi sistem referensi. Alasannya, kita tidak ingin mencari member yang banyak. Karena komunitas ini memang tidak mencari member saja, tapi ingin berbuat sesuatu "dengan cara kita", seperti yang diamanatkan oleh Haji Ali. Kita ini adalah para pekerja, bukan pemikir, bukan tukang konsep. Biarlah milis lain sibuk berdiskusi, kita sibuk bekerja saja. Masih banyak yang bisa dilakukan ketimbang berdiskusi saja. Uang berserakan di mana-mana, kata Pak Haji. Ayo, kita pungutin uang yang berserakan itu.

Secara kuantitas, banyak sekali kegiatan yang sudah kita buat. Saya sendiri tidak sempat menghitung, karena saking banyaknya. Itu baru kuantitas lho. Secara kualitas saya nggak berani kasih komentar. Mungkin masih jauh dari itu. Tapi, apakah kita mencari kualitas? Nggak, kita ini adalah komunitas pragmatis dengan sedikit idealisme. Pragmatisnya adalah: show me the money!

Kita punya target, setelah menjadi member TDA selama setahun, ada perubahan signifikan dalam kehidupan setiap membernya. Yang tadinya TDB menjadi ampibi, yang ampibi menjadi TDA. Yang sudah TDA menjadi naik levelnya, misalnya income dari 5 juta menjadi minimal 30 juta. Amiiin! Bagaimana kalau target itu tidak tercapai? Kita harus kejar itu. Kalau nggak berhasil, ya dicari cara lain yang lebih paten. Atau, kalau memang nggak ada hasilnya, terpaksa TDA ini dibubarkan saja.

Tahun depan akan kita bikin gathering ulang tahun pertama TDA, tanggal 22 Januari 2007. Di sana akan diadakan semacam "wisuda" para member yang telah berhasil menaikkan statusnya dari TDB ke ampibi, atau dari TDB langsung ke TDA, dari ampibi ke TDA, dan TDA yang naik level bisnisnya. Bagaimana dengan member yang sudah setahun join tapi masih TDB? Ya, terpaksa harus dieliminasi. Artinya, Komunitas ini tidak cocok untuk dia. Sebaiknya ikut komunitas lain yang sesuai dengan minatnya.

Sebagian member telah berhasil diprovokasi untuk melakukan bisnis. Ada yang sudah mulai berdarah-darah bisnisnya. Lalu, apa tanggung jawab TDA? Secara hukum sih TDA tidak bisa dimintai pertanggungjawaban. Tapi, secara moral tentunya ada solusi yang bisa dicarikan. Untuk itu kita gandeng pihak-pihak yang kompeten di bidang pembelajaran bisnis yaitu Action International. Sudah beberapa kali kita mengadakan kegiatan dengan Action International.

Setelah mencari-cari rumusan yang pas untuk TDA ini, akhirnya ketemu juga jawabannya. Kita perlu semacam kurikulum. Aha!, akhirnya ketemu juga. Kita harus mulai dari DREAMS, kemudian STRATEGY, selanjutnya ACTION kalau disingkat menjadi DSA. Jadi, DSA itu lah kurikulum TDA. Nantinya semua kegiatan TDA harus mengacu ke DSA ini. Kita harus bekerja sama dengan pihak-pihak yang berkompeten di bidang DSA ini.

Untuk Dreams (D) kita sudah lakukan bedah buku Adam Khoo berjudul Master Your Mind Design Your Destiny minggu lalu bersama Pak Yusef Hilmi. Buku itu cocok untuk membangun Dreams kita, karena sederhana dan praktis. Insya Allah ini akan menjadi agenda tetap kita.

Untuk Strategy (S) kita mengadakan business re-education, istilahnya. Sudah ada kerja sama dengan Action International Business Coaching dengan 2 kali acara Leverage Game, 1 kali seminar 5 Ways, dan sudah terbentuk 1 group coaching. Juga ada TDA Wealth Club bersama Pak Budi Rachmat, business conference, business clinik, business tour, dan sebagainya.

Untuk Action (A) jangan ditanya. Udah banyak banget. Karena provokatornya banyak. Yang tercatat, sudah ada 14 member yang buka kios garment di ITC Mangga Dua, 2 member di Metro Tanah Abang, 9 member di TDA Seluler ITC Mangga Dua, 20-an member di TDA IT Mangga Dua Square. Yang di luar itu juga banyak tapi tidak tercatat. Kerja sama di antara member juga sudah banyak terjalin.

Nah, hasil dari DSA ini bagaimana? Itu yang perlu kita evaluasi bersama. Bulan depan, tepat 6 bulan usia TDA. Mungkin kita perlu evaluasi lagi langkah-langkah kita. Kita lakukan Test and Measure. Mohon teman-teman kasih saran dan kritikan, yang pedas sekali pun nggak apa-apa. Ini untuk kepentingan kita bersama kok. TDA ini adalah dari kita, oleh kita dan untuk kita. Jadi hitam, merah atau birunya TDA ini, kita lah yang menentukan.

Ditunggu ya tanggapan, kritik dan sarannya.

Salam FUUUNtastic TDA.

Apa small winning anda hari ini? Wassalam, Roni

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)