Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

24 Januari 2007

Sudah Berhasilkah TDA?

Pertanyaaan yang sering menggelayut di pikiran saya adalah: apakah ikhtiar kita di TDA ini sudah berhasil? Apakah TDA ini membawa dampak positif bagi para membernya? Allah membenci suatu kesia-siaan, itu jangan sampai terjadi di TDA.

Kebetulan kemarin sehabis menjenguk kelahiran TDA juniornya Pak Hasan, saya dan Pak Agus sempat berbincang-bincang sambil makan malam. Pertanyaan tersebut saya ajukan kepada Pak Agus. Sebab, kita tidak punya ukuran kuantitatif soal keberhasilan atau progress para member TDA ini.

Pak Agus yang juga founder TDA ini juga mengakui, banyak perubahan dalam dirinya terjadi di tahun 2006, sejak bergabung di TDA. Mulai dari ikut talkshow pertama, buka kios di TDA Garment di ITC Mangga Dua, buka franchise Auto Bridal, buka kios di TDA IT Mangga Dua Square, mendirikan perusahaan IT, ikut TDA Mastermind Group, bahkan resign dari statusnya sebagai TDB. Semua itu terjadi di tahun 2006 sejak bergabung di TDA. Pak Agus membayangkan kalau dia tidak bergabung di TDA, mungkin kejadiannya akan lain. Jadi, merasakan sendiri manfaat TDA ini. Alhamdulillah. Ini pengakuan jujur ya Pak?

Pak Agus sendiri menceritakan, bahwa ada beberapa orang member di TDA IT yang telah mengalami pertumbuhan bisnis yang cukup signifikan sejak bergabung di Mangga Dua Square di bawah pimpinan Pak Iim. Meskipun beberapa ikhtiar TDA seperti TDA Garment, TDA Seluler belum membuahkan hasil yang menggembirakan, tapi itu tidak jadi soal, kata Pak Agus. Kita memang memulainya secara bersama-sama. Tapi soal berhasil tidaknya, kembali lagi kepada ikhtiar masing-masing. Tidak mungkin hasilnya akan sama. Ya, saya setuju dengan Pak Agus.

Memang, secara kuantitatif kita sulit menilai apakah para member telah mengalami kemajuan atau perubahan dalam diri dan bisnisnya. Kita kesulitan karena memang TDA ini bukanlah organisasi yang rapi, tapi lebih kepada paguyuban. Dalam keseharian, pergaulan para member lebih kepada hubungan pertemanan dan kemudian terbuka hubungan kerja sama satu sama lain. Hal ini sangat didorong di TDA. Tidak sedikit di antara para member yang saling bergabung dan berbisnis bersama.

Dari lalu lintas postingan email di milis, pertemuan langsung atau email pribadi ke saya, saya mengamati sudah banyak member yang "take action". Mungkin karena cerita-cerita dan provokasi setiap hari di milis, akhirnya berpengaruh kepada member lain untuk take action. Saya melihat hal ini banyak terjadi di TDA.

Perjalanan satu tahun TDA ini, bagaimana pun hasil dan kondisinya, harus kita syukuri bersama. Ini memang cita-cita kita dari awal bahwa TDA ini bukanlah milis yang hanya bertukar informasi dan berdiskusi saja. TDA adalah jaringan kerja yang menggunakan milis sebagai fasilitas komunikasinya. Itu akan terus kita pertahankan dan gelorakan kepada para member.

Bagi member yang baru bergabung, kalau masih belum take action, silakan pikirkan motivasi anda bergabung di TDA. Ayo, take action. Kata Pak Haji Ali, jangan jadi penonton atau pengamat saja. Sebab, yang menikmati hasil atau buah dari kemenangan adalah para pemain, bukan penonton atau pengamat. Ayo, terjun ke lapangan, berkeringat, berdarah. Nikmati proses mencapai kemenangan itu. Jatuh bangun dalam berbisnis itu seperti orang naik sepeda. Pasti akan sering jatuh dan terluka. Tapi, setelah berulang kali jatuh pasti akan segera lancar dan berlari kencang. Bahkan bisa berakrobat di atas tali nantinya. Seperti itulah anda berbisnis nantinya. Insya Allah...

See you at the top!

Salam FUUUNtastic TDA!

Jadilah pemain, jangan jadi pengamat Wassalam, Roni Menyambut Milad I TDA, Wisma Indocement jam 13-19 WIB, Jl Sudirman, 28 Januari 2006.

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)