Di dunia IT atau internet kita tentu akrab dengan istilah ini. Ini untuk menandai bahwa produk atau layanan yang diberikan adalah merupakan versi baru yang berbeda dengan sebelumnya. Maka ada istilah Ada web 2.0, software X 2.1 bahkan sekarang lagi ramai film Die Hard 4.0.
Ide ini kemudian saya kopi dan lontarkan di dalam pertemuan mastermind kemarin di Kebun Raya Bogor.
Apa maksudnya TDA 2.0? Ya, jelas ini adalah TDA versi baru dan berbeda dibandingkan dengan TDA sebelumnya (TDA 1.0). Biasanya di dunia IT, kalau hanya angka di belakang nol yang ditambahkan, misalnya 1.1, berarti perubahannya hanya sedikit. Tapi kalau angka di depan nol yang ditambahkan, berarti benar-benar sesuatu yang baru dan beda dari sebelumnya.
TDA sekarang saja terasa sudah beda banget dengan TDA sebelumnya. Membernya sudah melebihi 1.000 orang, kegiatannya semakin meluas dan masif. Mastermind ada di mana-mana. Pembentukan TDA Finance tinggal menunggu waktu. TDA Media sebentar lagi akan melahirkan produk yang menggemparkan. TDA 11 Digit Club baru saja berdiri dengan ide dan misi tidak kalah gilanya. Itulah di antara beberapa perubahan yang terjadi di TDA yang dinamis ini.
Jadi, dengan segala fakta itu, maka saya dengan berani mencanangkan bahwa TDA sudah berada di ambang alaf baru. TDA 2.0 sudah terjadi saat ini. Meskipun belum kita resmikan.
Demikianlah sekelumit diskusi yang terjadi di mastermind sambil duduk-duduk di alam terbuka di depan Istana Bogor yang indah dan anggun itu.
Sharing cerita (WIFLE) tentu saja menjadi menu wajib kami.
Bu Yulia bercerita mengenai kendaraan bisnisnya menuju 11 digit, pelajaran kuliner yang diterimanya dan membagi-bagikan oleh-oleh liburannya dari Solo.
Pak Iim dan Pak Agus dengan antusias berbagi cerita tentang penggabungan bisnis mereka di bidang training AS 400.
Pak Aris Permana juga bercerita tentang keputusannya memecat 2 orang karyawan, perjalanannya keMalaysia dan yang paling seru, perjuangannya menaklukkan Gunung Halimun. Ya, Pak Aris baru saja lulus dari ujian tahunan sebagai anggota dari PKS.
Saya sendiri tentu punya cerita yang tidak kalah seru. Manet saat ini tengah di puncak kesibukan mempersiapkan produk di kuartal ketiga ini. Alhamdulillah produk Manet semakin diterima. Seperti kata Pak Rosihan yang menceritakan bahwa produk kami laris manis di beberapa cabang toko miliknya.
Malamnya di Kafe Dedaunan kami mendapat kunjungan istimewa dari member TDA Bogor, Pak Irwin, Pak Lendro, Bu Yuli dan Pak Afiffuddin. Mereka bahkan sengaja mengambil cuti untuk silaturahmi ini. Subhanallah. Saya salut dengan semangat teman-teman ini.
Tak terasa malam pun semakin larut. Sebenarnya kami enggan beranjak meninggalkan kafe bernuansa romantis di kompleks Kebun Raya ini. Jam 20.00 kami menuju Jakarta dengan kenangan indah dan semangat baru.
Salam FUUUNtastic!
Wassalam, Roni Owner, Manet Busana Muslim Founder, Komunitas TDA NB - Hari ini saya akan kedatangan member TDA Media yang akan memperlihatkan contoh free magazine TDA yang akan segera diterbitkan.