Kemarin saya sempat chatting di Y!M dengan salah seorang Action Member TDA. Katanya, dia lagi agak down dan udah lama nggak ngumpul dengan Action Member. Dia butuh charger, katanya.
Saya setuju dengan istilah itu. TDA adalah charger buat para membernya. Saya pun merasakan begitu. TDA adalah charger saya juga. Jadi, saya pun butuh TDA. Dulu, waktu masih berbisnis di Tanah Abang, saya sendirian, lonely. Di sana, meskipun bergaul dengan sesama pedagang, tapi lingkungannya negatif. Persaingan yang ketat dan saling jegal membuat dada jadi sesak. Paling-paling saya hanya sharing dengan istri aja. Sharing buku atau seminar yang saya ikuti. Satu-dua orang teman, rasanya masih kurang. Ketemu Pak Iim yang hanya sekali-sekali itu salah satu charger juga buat kami berdua. Tapi itu belum cukup. Padahal saya udah ikut seminarnya Anthony Robbins di Singapura tahun 2002 lalu. Tapi itu belum cukup juga, soalnya sepulang dari sana saya sendirian lagi. Orang-orang Indonesia yang ikut ke sana pun jalan sendiri-sendiri. Harusnya ada kumpulan atau milisnya.
Setelah tahun 2003, di mana bisnis saya mulai melakukan online marketing, saya mulai akrab dengan mailing list. Saya ikut milis EU, kuadran empat, dan sebagainya. Tapi saya rasakan ada yang kurang. Di sana lebih banyak saling tukar informasi saja. Saya butuh teman dalam artian "fisik", bukan yang maya, yang hanya ber-say hello di milis. John Naisbitt bilang, teknologi internet itu bagus sekali, tapi tetap dibutuhkan human touch. Nah, TDA inilah yang saya rasakan lebih banyak human touchnya. Aktivitas online dan offline seimbang. Saya pun betah "bersarang" di sini.
Pada dasarnya kita butuh lingkungan yang kondusif dan mendukung keberadaan kita. Sayangnya, bagi kita yang sedang berjuang ini, kadang-kadang lingkungan tidak mendukung, bahkan menentang. Orang-orang di mana kita banyak bergaul di dalamnya banyak yang malah bikin semangat kita down. Meskipun itu keluarga dekat, lho.
Untuk itu kita butuh lingkungan lain di mana kita merasa save, merasa senasib sepenanggungan. Lingkungan yang saling mendukung, saling menyemangati. Kalau ada teman yang jatuh atau kurang semangat, lingkungan itu mendukungnya untuk bangkit dan melangkah lagi. Lingkungan itu adalah TDA. Saya merasa homy di sini. TDA adalah charger saya.
Salam FUUUNtastic TDA!
Make TDA a lovely home Wassalam, Roni www.RoniYuzirman.com