Minggu lalu saya menemani istri berbelanja di ITC Mangga Dua. Sambil menunggu saya iseng-iseng menyeberang ke Mal Mangga Dua. Sebuah toko CD saya masuki dengan harapan barangkali aja dapat sesuatu yang menarik dan berguna. Mata saya langsung menemukan judul VCD yang menarik: "The 7 Habits of Highly Effective People" dari Stephen Covey . Masak sih? Saya nggak percaya dengan mata saya. Ternyata benar. Langsung saya ambil keputusan untuk membelinya.
Penemuan ini ibarat "harta karun" buat saya, sesuatu yang sangat berharga. Saya membaca bukunya dari tahun 1994 dan sampai sekarang masih terus belajar mempraktekkan ilmunya. Butuh waktu yang lama untuk menguasai dan mempraktekkannya. Dengan acanya VCD ini tentu akan lebih membantu saya memahami dan menguasai 7 kebiasaan yang menurut saya universal itu.
Ajaran Covey sebenarnya bukan hal yang baru buat kita. Nilai-nilainya berlaku universal, lintas budaya dan agama. Hebatnya, Covey bisa mengungkapkannya dengan cerdas, menarik dan sistimatis.
Seharian kemarin, saya menonton habis 3 VCDnya. Sayang, CDnya kurang bagus, maklum bajakan :-). Luar biasa. Banyak pemahaman baru saya dapatkan dengan lebih mudah dipahami. Memang bukunya agak berbelit-belit dan sulit dipahami. Dengan menonton VCD ini sangat membantu saya memahaminya lebih mudah.
Saya memang punya kebiasaan mengubek-ubek toko buku, toko kaset atau toko CD. Saya sering menemukan "harta karun" di sana. Di toko buku saya sering menemukan buku-buku bagus yang mampu mengubah cara pandang dan wawasan baru. Beberapa waktu lalu, saya menemukan buku The Attractor Factor dari Joe Vitale di Gramedia Mal Taman Anggrek. Kadang-kadang saya menemukan buku berbahasa Inggris yang murah di lantai 3 Gramedia Matraman. Biasanya buku itu terbitan India, Malaysia atau Singapura. Isinya sama saja dengan versi asli dari Amerika. Di sebuah toko buku kecil di Malaka, Malaysia saya menemukan buku Cracking the Millionaire Code dari Mark Victor Hansen dan Robert Allen .
Waktu masih kuliah, saya sering ke terminal Senen, tempat penjual buku-buku bekas. Saya pernah memborong banyak buku import hanya dengan Rp. 20.000 per bukunya. Kata penjualnya, dia dapat buku itu dari toko buku yang mengadakan closing sale. Majalah-majalah bekas seperti Time , The Economist , Far Eastern Economic Review , Harvard Business Review atau National Geographic sering saya dapatkan di sini. Lumayan, biar pun terlambat 1-2 bulan. Cocoklah buat kantong mahasiswa. Favorit saya adalah Reader's Digest . Sampai sekarang saya masih mengoleksinya dari tahun 1991. Ada pedagang yang langganan yang mengumpulkannya setiap saya datang. Biasanya, berapa pun yang ada saya borong semua. Lumayan, bisa Rp. 1.500 per edisinya. Hehehe.Sekarang sudah ada edisi bahasa Indonesianya sejak 2004. Kebiasaan membaca Reader's Digest ini juga sudah menular ke istri saya. Setiap bulan kami selalu berebut untuk duluan membacanya.
Salam FUUUntastic TDA!
Roni, Untuk TDA Book Club.
PS: Pak Yusef, kapan lagi nih kita bikin acara bedah buku? Bukunya Covey patut dimasukkan dalam daftarnya. Kebetulan saya ada VCDnya juga.