Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

17 Oktober 2006

TDA Garment: Alhamdulillah... Akhirnya Kios Saya Mulai Unjuk Gigi

Hari Minggu waktu buka puasa TDA kemarin, Pak Agus mesem-mesem aja sama saya. Rupanya kabar bahwa kios saya mulai ramai sudah sampai di telinga para owner kios TDA Garment Blok D ITC Mangga Dua. Saya sendiri tidak tahu kalau kios saya ramai hari itu.

Seminggu ini saya cukup disibukkan oleh SMS dan telepon dari Donna, karyawan di kios saya yang selalu minta tambah barang. Pasalnya, barang yang baru saja saya drop, sudah ludes terjual.

Alhamdulillah, setelah cukup lama selalu berada di rangking tengah, akhirnya omset kios saya mulai merangkak naik. Mungkin sebentar lagi bakalan menyodok sang penghuni rangking pertama, Pak Agus Ali. Target selanjutnya adalah mengambil alih posisi Pak Agus Ali. Hati-hati Pak. Hahaha...

Awalnya kios saya hanya menjual kemeja koko merek Object milik kawan saya yang baru saja bangkrut itu. Itung-itung membantu teman, saya jualkan produknya yang menumpuk di gudang dengan harga super murah. Bayangkan, kualitas dan disain produknya di atas merek Preview, tapi saya jual hanya Rp. 50.000an. Itu pun penjualannya seret, entah kenapa. Barang bagus dijual murah tapi tetep nggak laku ya?

Sedikit-demi sedikit produk itu pun habis dan tidak bisa saya ganti dengan produk yang baru. Karena stoknya memang segitu-gitunya. Bingung juga. Mau jual merek yang lain, harga pokoknya aja sudah di atas Rp. 50.000,-.

Akhirnya saya memberanikan diri menjual produk lain dengan harga pokok yang jauh lebih tinggi. Merek Preview, Cendri, DL, Albina yang harganya jauh lebih mahal terpaksa saya jual. Habis, nggak ada pilihan. Istri saya sempat protes. Jual yang murah aja kurang laku, kok mau jual yang lebih mahal? Tenang aja. Kita lakukan test and measure dulu.

Seperti biasa, istri saya suka protes dengan keberanian dan intuisi saya yang sering nekad dan kurang perhitungan ini. Dari pengalaman, intuisi saya selalu benar. Waktu di Tanah Abang, saya pernah jual jilbab dengan harga jauh di atas harga pasaran. Nyatanya, berhasil dan banyak dicontek sampai saat ini.

Intuisi saya kali ini  ternyata benar lagi. Penjualan di kios terdongkrak secara dramatis setelah datangnya produk-produk yang lebih mahal ini. Saya menarik hikmah dari pengalaman ini. Jangan sering berasumsi. Asumsi bahwa harga mahal tidak bisa laku ternyata terbantahkan. Bayangkan, apa jadinya kalau asumsi ini terus dipertahankan.

Satu lagi yang menjadi tipping point kenaikan penjualan kios saya adalah berkah dari kios tetangga. Lho, kok bisa? Begini ceritanya: di belakang kios saya adalah kios Etalase.net milik pasangan Mas Feli dan Mbak Anria yang juga menjual kemeja koko sulam tangan. Untuk menarik perhatian, Mas Feli memasang x-banner promosi yang cukup ngejreng. Tapi, arahnya menghadap ke kios saya. Hal itu menarik perhatian calon pembeli. Mereka mengira itu adalah punya kios saya dan ingin membeli produk Mas Feli di kios saya. Berulang kali Donna menjelaskan bahwa itu produk kios sebelah. Tapi calon pembeli tetap ingin beli di kios saya. Hahaha. Mas Feli, thanks ya, x-bannernya ditaruh ditempat saya aja....

Demikian sekelumit kisah saya di TDA Garment ITC Mangga Dua. Sebenarnya banyak cerita di balik TDA Garment ini. Penuh dinamika dan gejolak. Penuh kisah suka dan duka. Yang di bawah tak selamanya di bawah. Yang di atas tak selamanya aman.

Kepada para owner: Anin Batik (Pak Abduh), Batik Dewitin (Pak Hantiar dan Pak Bambang), Fathir (Pak Iim), Toko Jeruk (Pak Ari), B-Cute (Pak Agus), Fit-Nine (Mbak Waru), Etalase (Mbak Anria dan Mas Feli), Monica Children Wear (Mbak Monica), Mozly (Mbak Yulia), Pak Hertanto, Pak Ipung, Pak Joko, ditunggu ceritanya.

Salam FUUUNtastic TDA!

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa yang saya pelajari: 1. Jangan sering berasumsi, sebab asumsi itu biasanya tidak terbukti.

2. Hasil yang berbeda diperoleh dengan usaha yang berbeda.

Roni, Weblog: www.roniyuzirman.com My Business: Manet Busana Muslim www.manetvision.com Member of TDA Community www.tangandiatas.com Y!M: roniyuzirman

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)