Wah, I don't know what to say , deh... Donna telepon lagi. Katanya stok barang yang baru kemarin didrop sudah habis lagi. Tadi siang ada yang borong lagi, katanya. Besok saya usahakan beliin lagi. Padahal besok rencananya saya mau ke Carrefour, mencari bingkisan untuk dibagi-bagikan ke tetangga, satpam dan tukang ojek di sekitar rumah.
Saya berpikir, apakah ini merupakan sinyal? Sinyal apa? Ya, sinyal bahwa saya harus mengembangkan unit bisnis pakaian pria tahun depan. Di Manet sendiri, tahun ini penjualan kemeja koko meningkat drastis. Padahal masih iseng-iseng aja. Belum begitu difokuskan.
Dari segi infrastruktur, kesiapan untuk memasuki bisnis busana pria ini bisa dikatakan sudah siap. Networking yang sudah dibina selama ini insya Allah sudah siap. Saya ada beberapa kontak penting yang bisa membantu mewujudkan rencana ini. Sudah beberapa kali saya didorong untuk terjun serius di bidang busana pria ini. Yah, better late than never .
Sebenarnya awal saya berbisnis adalah di busana pria, bukan busana muslimah. Saya pernah mengelola sebuah toko ritel busana pria. Keliling Tanah Abang adalah makanan saya setiap minggu. Sampai sekarang saya tetap menyimpan dream suatu saat saya akan terjun lagi di bisnis busana pria. Konsepnya udah lama tersimpan di kepala. Tinggal tunggu tanggal mainnya. Insya Allah.
Yah, saya nggak bisa jauh-jauh dari bidang garment. Saya lahir, dibesarkan sampai kuliah dibiayai oleh orang tua yang berdagang pakaian.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Roni