Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

08 Maret 2007

TDA Hanya Terpusat di Jakarta?

Assalammu'alaikum, Alhamdulillah setelah mengamati email-email yang muncul di komunitas ini, saya merasa kegiatan TDA sangat FUN tastic dan luarr biasa.

Tetapi sayangnya kegiatannya hanya terpusat di Jakarta(?) ma'af kalau penilaian saya salah.Untuk para senior, bagaimana cara mebuat kegiatan mastermind atau kegiatan lain macam TDA Aprentice di daerah,apakah bisa? Atau kalau sudah ada siapa nih koordinator Surabaya yang bisa saya kontak?

Karena beberapa kali saya membaca beberapa nama yang berdomisili di Surabaya, seperti Mas Fauzan, Bapak Eddy Multi Bintang atau yang baru joint Ibu Ratih Savitri.Dan saya yakin banyak member lain yang belum saya kenal asal Surabaya.Saya berharap rekan dari Surabaya juga ada yang mau menanggapi tulisan saya?

Terimakasih Wassalam, Lukman -------------------------- Action Members, Mengenai pertanyaan kenapa kegiatan TDA hanya terfokus di Jakarta. Sedari awal saya dan para founder memang minta maaf karena baru bisa melakukannya di Jakarta dsk. Tapi kita pernah 2 kali di Bandung (kunjugan UKM) dan Cimahi (kunjungan ke JPG Technology).

Karena TDA ini bukanlah milis, melainkan jaringan kerja, rasanya sulit untuk membagi kegiatan dengan rekan-rekan di daerah, mengingat keterbatasan tenaga dan waktu. Makanya, sekali lagi saya atas nama para founder minta maaf karena belum bisa melaksanakan kegiatan di daerah.

Tapi, hal itu bukanlah halangan. Yang harus ditangkap dari TDA adalah "spiritnya". Spirit ini bisa dicontoh di daerah-daerah, seperti yang telah dilakukan oleh teman-teman di Surabaya, Jogja atau Batam. Spirit itu bisa kita tularkan di komunitas lokal yang sudah ada. Jadi, tidak harus pakai nama TDA. Yang penting spiritnya, seperti budaya take action, saling bantu, saling support, saling berbagi dan sebagainya...

Perlukah seorang tokoh seperti Pak Haji Ali? Menurut saya perlu juga. Sebagai patron atau panutan. Inilah keunikan di TDA. TDA ini berawal dari interaksi saya dengan Pak Haji Ali. Spirit beliau menular ke saya dan kemudian saya tularkan di TDA.

Visi beliau sangat jelas untuk pemberdayaan ekonomi rakyat. Sayangnya, beliau banyak kecewa dengan para pejabat, birokrat dan politikus itu. Semuanya itu kebanyakan tidak sesuai dengan janjinya.

Maka, Pak Haji mengajak saya untuk bersama beliau mewujudkan cita-cita itu. Saya ingat sekali kata-kata Pak Haji waktu itu: "Roni, kita bekerja saja. Kita tidak butuh bantuan dari pemerintah. Kita ini orang lapangan. Biarlah orang-orang pintar itu yang membuat konsep. Kita adalah pelaksananya. Kita tidak perlu pengakuan. Biarlah mereka yang dapat pengakuan".

Alhamdulillah, visi dan misi beliau saat ini telah menular dan tetap berjalan di TDA ini.

Adakah orang-orang seperti Pak Haji Ali ini di daerah lain? Saya yakin, banyak. Cuma, mereka tidak tahu jalannya. Saya juga pernah bertemu dengan Ibu Elida, salah satu pimpinan butik Busana Muslim Shafira. Beliau pun antusias sekali dengan ide yang diusung TDA ini. Sayang, karena kesibukannya, sampai sekarang belum sempat kita tindaklanjuti.

Action Members di daerah saya yakin pasti mengenal sosok orang sukses bervisi TDA ini di daerahnya masing-masing. Dekati orang itu. Ceritakan visi dan misi kita. Ajak dia untuk ikut berperan sebagai provokator atau patron kita.

Hal lain yang bisa dilakukan oleh teman-teman di daerah adalah dengan membentuk kelompok-kelompok mastermind seperti yang sudah dilakukan di Jakarta. Menurut saya kelompok ini efektif sekali untuk membangun semangat kebersamaan dan saling mendukung satu sama lain. Lagi pula, kelompok ini tidak perlu syarat anggota yang banyak, cukup 2-3 orang saja sudah bisa jalan.

Saat ini sudah ada beberapa kelompok mastermind TDA seperti, kelompok Mastermind saya, kelompok Mastermind Bekasi, Mastermind Jakarta Timur, Mastermind Jakarta Selatan, Mastermind Jakarta Utara, Mastermind Depok, Mastermind Cijantung, Mastermind Jogja (namanya kayak trayek angkot aja), dan Mastermind TDA IT.

Untuk teman-teman didaerah, saya menghimbau untuk memulai inisiatif membentuk kelompok seperti ini. Insya Allah, banyak hal didapat dari pertemuan silaturahmi ini.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam, Roni

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)