Ingin bisnis Anda naik level? Let's 9.0 Together Gabung sekarang
← Semua berita

02 Oktober 2006

TDA Peduli: Fakta Memprihatinkan di Pesantren Nurul Huda

Assalamu'alaikum Wr. Wb...

Sulit bagi saya untuk mengungkapkan perasaan saat mengikuti acara TDA Peduli Ramadhan yang diadakan di Pesantren Nurul Huda, Cimanggis, Depok kemarin (1/10). Ada rasa bahagia sekaligus prihatin. Bahagia karena keberadaan TDA ini dapat berbagi sesuatu kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Prihatin dan sedih karena menyaksikan kondisi mereka yang cukup memprihatinkan dan butuh lebih banyak bantuan.

Setelah shalat Maghrib, saya memberanikan diri meminta bantuan kepada salah seorang santri untuk mengantarkan kami melihat-lihat asrama tempat tinggal para santri yang sebagian besar adalah yatim piatu dan fakir miskin ini. Dan, ternyata di balik keceriaan dan tawa mereka saat mengikuti ceramah motivasi dari Pak Yusef, mereka menghabiskan waktu dengan tinggal di pondokan yang memprihatinkan kondisinya.

Bangunan asrama berlantai dua itu dibangun kurang baik. Di lantai dua, ada sebagaian lantai yang sudah miring, mungkin karena stuktur bangunannya salah. Ini cukup membahayakan, karena suatu saat bisa saja rubuh dengan tiba-tiba. Langit-langitnya pun tanpa plafon, sehingga terlihat kerangka kayu dan atapnya.

Jangan dibayangkan mereka tidur di kamar-kamar bertempat tidur. Mereka tidur tanpa kamar dan cukup beralaskan tikar atau kasur tipis. Semuanya bergabung dalam dua lantai. Di sekeliling lantai berderet lemari-lemari reyot berisi perlengkapan para santri. Di bagian lain tergantung tali gantungan untuk menggantung pakaian mereka. Pemilihan lampu yang kurang tepat mengakibatkan suasana ruangan menjadi remang-remang yang menurut saya bisa mengurangi semangat belajar dan membuat mengantuk.

Sebenarnya bangunan tempat acara buka puasa bersama lebih baik kondisi bangunannya. Hanya saat ini tidak bisa dipakai karena atapnya sudah lama bocor. Kondisi ini masih dibiarkan saja karena tidak adanya biaya untuk memperbaikinya.

Bagaimana dengan kondisi keuangan pesantren saat ini? Itu pun masih memprihatinkan. Tiap bulan mereka harus mampu mengatur keuangan yang pas-pasan karena belum adanya donatur tetap.

Saat makan malam bersama Pak Agus dan Pak Ari, kami sepakat bahwa kita harus berbuat sesuatu, meskipun dalam skala yang kecil. Mungkin kita bisa bantu merenovasi bangunannya. Yang urgent menurut kami adalah memperbaiki atap yang bocor. Kemudian merenovasi interior asrama agar lebih "manusiawi". Barangkali bisa dengan mendisain ulang ruangannya supaya tidak lagi terkesan sebagai ruangan pengungsian seperti sekarang ini. Bisa juga dengan mengecat kembali supaya suasananya lebih cerah dan bersih. Kita pun bisa memberikan mereka ilmu dan keterampilan soft skill atau life skill yang sudah diawali oleh Pak Yusef ini.

Di perjalalan, saya juga berdiskusi dengan Mas Feli dan Mbak Anria. Saya melihat adanya kencenderungan para santri bermental TDB alias tergantung kepada bantuan. Mungkin ini perlu diubah. Kabarnya para santri di Pesantren Daarut Tauhiid dibekali dengan program kewirausahaan. Para santri ditantang untuk bisa mandiri. Dimulai dari yang kecil, misalnya menjual produk-produk dari Daarut Tauhiid dan sebagainya. Hal ini mungkin bisa dicontoh oleh Pesantren Nurul Huda ini.

Acara yang kita adakan kemarin tentunya bisa membawa sedikit keceriaan dan kebahagiaan bagi mereka. Tapi, itu tidaklah cukup. Masih banyak yang bisa kita perbuat untuk mereka. Kalau bisa ada tindak lanjut dari kegiatan kita kemarin.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua yang terlibat di kegiatan ini. Kepada Tim TDA Peduli yang subhanallah, luar biasa. I don't know what to say... Pak Dwi, Pak Yusef, Pak Eko, Mbak Anria, Bu Roes, Mbak Kosi, Pak Andry, Pak Didin. Sungguh beruntung saya punya sahabat-sahabat seperti anda. Kepada para member TDA yang telah meringankan langkah dari jauh beserta keluarganya dan dukungan tulus yang telah diberikan. Kepada para member yang telah memberikan infaq dan shodaqohnya, Yayasan Fatmawati selaku donatur utama, dan PT. Catur, mudah-mudahan amal ibadah kita ini mendapat ridho dari Allah SWT.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb...

Roni

Sumber: Badroni Yuzirman (Founder TDA)