Teman-teman TDA, Kemarin saya ke ITC Mangga Dua dan Mangga Dua Square. Ada keperluan sekalian mampir di kios temen-temen TDA. Saya mampir di TDA Seluler kira-kira jam 12. Kebetulan lagi ada koordinatornya di sana, yaitu Pak Masbukhin. Konternya lumayan ramai saya lihat. Ada pembeli yang sedang memborong voucher. Tapi di sampingnya, yaitu kios temen-temen lain ada yang belum buka. Salah satunya yang saya tanya adalah konternya Pak Fathur. Kata penjaga konter milik Bu Hera, konter tsb udah lama tidak buka karena penjaganya berhenti kerja di sana. Beberapa konter juga saya lihat tutup. Konternya Pak Nusyirwan juga tutup, tapi saya tahu karena dia sedang ada keperluan dan terlambat bukanya. Bagaimana progress teman-teman di TDA Seluler? Udah lama nih nggak ada suaranya.
Di TDA Garment sendiri punya permasalahan. Ada sebagian member yang kiosnya masih sepi dan ada berpikir untuk mengundurkan diri. Kios saya pun termasuk yang sepi. Tapi ada beberapa yang sudah ramai dan penjualannya jauh melebihi yang lain. Ternyata hukum 80/20 berlaku di sini, seperti yang saya perkirakan. Its okey, ada banyak hal yang perlu kita perbaiki di TDA Garment. Tapi, komitmen awal yaitu kebersamaan di antara kita tetap harus dipertahankan. Kita cari solusi sama-sama.
Kemudian saya mampir di TDA IT Mangga Dua Square. Kebetulan koordinatornya Pak Iim sedang ada di kantornya yang di Kemayoran. Saya lihat stafnya tetap sibuk. Saya juga lewat di kiosnya Pak Yuswa, Pak Agus, Pak Philips, Pak Dwi, Pak Taufik dan mampir di kiosnya Pak Indra dan Pak Aji. Di tempat Pak Indra saya sempat numpang shalat Dzuhur sekalian ngobrol-ngobrol. Penjualan di kios mereka pada bulan September ini jauh lebih tinggi dibandingkan Agustus, katanya. Kemudian di TDA IT juga akan disambungkan akses internet melalui ADSL yang akan segera dipasang. Besok (hari ini) petugasnya mau survey. Dengan demikian temen-temen bisa patungan menanggung biayanya untuk akses unlimited. Sebuah kerja sama yang cantik. O ya, di kiosnya juga ada kardus berisi batik yang siap dikirimkan ke Perancis. Kata Pak Aji akan dikirim ke pameran di Kedubes RI di sana. Dia ada teman yang akan membantu pemasaran di sana. Sebuah terobosan menarik.
Kepada Pak Aji dan Pak Indra saya pesankan supaya rajin-rajin sharing di milis. Karena dari situlah kita tahu bagaimana kabar bisnis teman-teman. Cerita sederhana, walaupun small winning, sangat berarti buat kita. Mungkin saja itu bisa menginspirasi dan memotivasi teman lain yang sedang down. Itulah manfaat dari saling berbagi cerita. Pak Hadi, Pak Iim, Pak Agus, dll adalah telah melakukannya. Dan kita sendiri bisa merasakan manfaatnya. Ayo, jangan pelit-pelit, bagikan share your story. Di perusahaan-perusahaan kelas dunia saat ini banyak yang mengembangkan budaya bercerita seperti ini. Mereka menyebutnya corporate legend. Dan itu ternyata mampu membangkitkan semangat, menginspirasi dan memotivasi semua orang yang terlibat di perusahaan itu. Mari kita tiru.
Tetap semangat ya. Mari kita saling berbagi cerita dan pengalaman. Kepada yang lagi down, belajarlah dari yang lagi semangat. Jangan down terus. Masih banyak yang bisa kita kerjakan. Masih banyak peluang, asal kita optimis, berdoa dan take SMART action .
Salam FUUUNtastic TDA!
Jadilah pemenang. Ini adalah komunitasnya para pemenang!
Wassalam, Roni