Kali ini saya ingin cerita agak panjang soal blog ini.
Hasil polling kemarin menyatakan bahwa 58% respondennya setuju kalau blog ini diisi oleh topik selain bisnis, sedangkan sisanya 42% tidak setuju. Artinya, lebih banyak yang setuju.
Fakta itu meyakinkan saya bahwa "it's okey" , "tidak berdosa" kalau saya menulis agak ngelantur dikit alias out of topic (OOT). Jadi tenang saya. Soalnya ada yang protes juga. Nggak setuju kalau blog ini nulis yang lain-lain. Bahkan ada yang mengancam akan meng-hack blog ini.
Di awal ngeblog, saya hanya menulis seminggu sekali. Belakangan, makin ke sini makin rajin. Malah hampir tiap hari. Alasannya, karena memang saya suka, saya menikmatinya, saya akhirnya ketagihan. Ngeblog sudah jadi kebutuhan. Bahkan dengan pede saya memproklamirkan bahwa "blogger" adalah salah satu identitas saya, selain sebagai pebisnis.
Kalau sudah menulis tiap hari tentang bisnis, tentu lama-lama jenuh juga. Ide pun kadang-kadang kering juga. Makanya saya selang seling dengan tulisan-tulisan lain. Ibaratnya intermezzo-lah...
Jadi, muatan business related akan tetap saya pertahankan. Let's say, kira-kira 70%. Selebihnya akan saya selang seling dengan personal interest lain seperti, seni, life style, dan sebagainya.
Majalah bisnis, seperti SWA juga demikian. Selain topik utama bisnis, juga ditampilkan tulisan-tulisan ringan tentang life style, profil, fun, cerita humor dan sebagainya. Tujuannya adalah agar pembacanya tidak jenuh dan bisa rileks juga.
Nah, kira-kira seperti itulah maksud saya.
Kemudian tentang arah dan tujuan blog ini...
Dalam perjalanannya, blog ini punya positioning atau keunikan sendiri, yaitu sebagai blog "pergerakan". Serem ya istilahnya.
Maksud saya, tulisan-tulisan saya itu bertujuan agar pembacanya tidak hanya mendapat pemahaman atau pencerahan saja. Tidak hanya membuat anda termangut-mangut sambil bergumam, " Ooo I see....".
Blog ini bertujuan mengajak pembacanya untuk "take inspired action", bertindak. Melakukan sesuatu. Terutama untuk menekuni bisnis bagi yang belum berbisnis atau bersinergi untuk kemajuan bersama bagi yang sudah berbisnis.
Wadahnya pun sudah saya siapkan, yaitu Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Di sanalah tempat berkumpulnya orang-orang serius untuk take action dalam berbisnis.
Jadi, ibarat orang berladang di hutan, blog ini adalah sebagai alat pembabat hutannya untuk menyiapkan ladang itu. Setelah itu pekerjaannya di lanjutkan oleh TDA dalam menebar benih, merawat, menyirami, memberi pupuk sehingga tanaman itu dapat tumbuh dengan baik.
Bagaimana dengan hasil panennya? Hahaha... Hasil panennya silakan anda nikmati sendiri. Saya hanya minta "sedekahnya" saja, berupa kewajiban moral untuk berbagi dan membantu member lain yang belum berhasil.
Alhamdulillah, semua proses itu telah berjalan dan beberapa membernya telah merasakan manisnya TDA ini. Ada yang bisnisnya sudah melejit dalam hitungan bulan saja. Ada yang resign dari kantornya dan bertekad untuk full TDA. Tidak semuanya sukses memang. Ada juga yang masih tertatih-tatih jalannya. Ya, prosesnya tetap harus dijalani.
Beberapa member yang bisa saya kategorikan cukup berhasil di antaranya adalah: Pak Hadi, Bu Doris , Pak Teguh , Pak Faif . Itulah beberapa nama yang memang prosesnya saya perhatikan sejak awal bergabung. Mereka memang menulainya dari nol ketika bergabung dengan TDA. Persamaan mereka adalah: mereka semua "take double action", dan...."miracle happen".
Waktu acara Milad pertama TDA bulan Januari lalu, saya didatangi oleh seorang member. Ia baru pertama kali itu hadir di acara TDA. Namun, ia telah membaca blog ini sejak awal, November 2005. Tapi ia tidak pernah "take action". Ia masih ragu, katanya. Bahkan istrinya mengkritik supaya ia segera take action dan tidak hanya membaca saja.
Setelah melihat langsung bagaimana TDA dan para membernya itu, barulah ia yakin dan percaya bahwa untuk membuktikan keraguannya itu, ia harus take action, bertindak. Kemudian ia pun berjanji untuk melakukan perubahan dalam dirinya. Ia bertekad untuk resign dari pekerjaannya tahun ini dan ikut diwisuda dalam Milad TDA ke-2 bulan Januari 2008 nanti.
Pengunjung blog ini makin hari makin ramai. Sekarang sudah mencapai rata-rata 500 pengunjung per hari di hari kerja. Artinya, setiap hari ada 500 orang yang membaca tulisan saya. Saya tidak tahu apakah yang 500 orang sudah menjadi member TDA atau belum.
Yang menjadi concern saya adalah, apakah para pembaca itu sudah take action atau belum. Itulah target utama saya. Target saya tidak hanya sekedar menginspirasi pembaca saja. Target saya adalah menginspirasi pembaca untuk take action.
Kalau anda sudah take action, alhamdulillah. Target saya tercapai. Anda pun tidak harus tiap hari membaca blog ini. Blog ini memang tugasnya memprovokasi seperti itu. Selebihnya tulisan saya adalah "nothing important" alias cuma sekedar "bumbu-bumbu penyedap saja".
Bagi anda yang sudah siap take action, "wadahnya" sudah siapkan. Silakan bergabung di Komunitas TDA. Di situlah "kawah candradimuka" tempat penggojlokan para entrepreneur handal yang nantinya akan mampu bermain di kancah perekonomian bangsa ini. Para entrepreneur yang menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa. Para entrepreneur yang bervisi menjadi "Tangan Di Atas" atau "enlightened millionaire" yang gemar menabur manfaat bagi sesamanya.
Mudah-mudahan ikhtiar ini diberi jalan dan kemudahan oleh Allah SWT. Amiiin...
Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat Wassalam, Roni Founder, Komunitas Tangan Di Atas (TDA)